Kerja Sama Pendidikan Indonesia Kanada Buka Peluang Kuliah Global
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Brian Yuliarto bertemu Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab membahas kerja sama pendidikan tinggi Indonesia-Kanada di Kantor Kemdiktisaintek.Cr : Kemdiktisaintek
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperluas kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. Kementerian memperkuat kemitraan dengan Kanada agar mahasiswa, dosen, dan peneliti Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan mengembangkan kompetensi di tingkat global.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto membahas langkah tersebut bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab. Pertemuan berlangsung di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, pada Selasa, 30 Juni 2026. Keduanya membicarakan berbagai peluang kolaborasi untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Perluas Kolaborasi Pendidikan Tinggi
Kemdiktisaintek dan KBRI Ottawa menyusun sejumlah program strategis. Program tersebut mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, kerja sama riset, pengembangan program akademik bersama, serta kemitraan antarkampus di Indonesia dan Kanada.
Brian Yuliarto menegaskan bahwa Kanada menjadi salah satu tujuan utama Program Sekolah Garuda. Program ini mempersiapkan generasi muda Indonesia agar dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia.
Pemerintah juga mengajak perguruan tinggi di Kanada mendukung mahasiswa Indonesia sejak proses seleksi hingga masa perkuliahan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di negara tersebut.
Program Sekolah Garuda Perluas Akses
Kemdiktisaintek terus mengembangkan Program Sekolah Garuda untuk mencetak sumber daya manusia unggul. Program ini membuka kesempatan bagi pelajar berprestasi dari berbagai daerah untuk belajar di perguruan tinggi internasional.
Selain meningkatkan kemampuan akademik, program tersebut membekali peserta dengan pengalaman global, kemampuan riset, dan jejaring internasional. Bekal itu akan membantu lulusan berkontribusi dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Peluang Kerja Sama Terus Bertambah
Muhsin Syihab menjelaskan bahwa sistem pendidikan tinggi Kanada membuka banyak peluang kerja sama dengan Indonesia. Hingga September 2025, perguruan tinggi di kedua negara telah menjalin 108 perjanjian kerja sama aktif.
Kerja sama tersebut meliputi pertukaran mahasiswa, kolaborasi penelitian, penyusunan kurikulum, dan pengembangan program akademik bersama. Menurut Muhsin, pemerintah dan perguruan tinggi masih dapat memperluas kolaborasi tersebut melalui koordinasi yang lebih intensif.
Dorong Lebih Banyak Mahasiswa ke Kanada
Kemdiktisaintek juga mendorong lebih banyak mahasiswa Indonesia melanjutkan studi ke Kanada. Saat ini, Kanada menerbitkan sekitar 1.200 izin belajar setiap tahun bagi mahasiswa Indonesia. Jumlah itu masih lebih rendah dibandingkan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
Karena itu, Kemdiktisaintek bersama KBRI Ottawa akan meningkatkan pendampingan bagi mahasiswa Indonesia. Pendampingan tersebut mencakup penerima Beasiswa Indonesia Maju dan Beasiswa Garuda.
Melalui kerja sama ini, pemerintah ingin membuka lebih banyak akses pendidikan internasional bagi generasi muda Indonesia. Selain itu, pemerintah berharap lulusan membawa ilmu, pengalaman, dan inovasi untuk memperkuat pembangunan nasional.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar