Breaking News
light_mode
Beranda » Zona Hiburan » Wisata » Konservasi Penyu Pangumbahan, Wisata Edukasi di Desa Pangumbahan yang Kenalkan Kehidupan Penyu

Konservasi Penyu Pangumbahan, Wisata Edukasi di Desa Pangumbahan yang Kenalkan Kehidupan Penyu

  • account_circle Ayunita Triany
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumi – Konservasi Penyu Pangumbahan menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang menarik perhatian wisatawan di Kabupaten Sukabumi. Kawasan konservasi tersebut berada di wilayah Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.  Tidak hanya menawarkan keindahan pantai, kawasan ini juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal kehidupan penyu secara lebih dekat. Wisatawan dapat mempelajari proses konservasi, mulai dari penyu bertelur, penetasan telur, hingga pelepasan tukik atau anak penyu ke laut.
Keberadaan kawasan konservasi menjadikan Pantai Pangumbahan sebagai salah satu tempat wisata yang memadukan keindahan alam dengan edukasi lingkungan. Karena itu, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati suasana pantai, tetapi juga belajar mengenai pentingnya menjaga kelestarian penyu.

Pelepasan Tukik Jadi Daya Tarik Wisata Edukasi

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian pengunjung adalah pelepasan tukik ke laut. Kegiatan tersebut biasanya berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB.
Namun, pelepasan tukik tidak berlangsung setiap hari. Kegiatan tersebut bergantung pada keberadaan penyu yang datang ke Pantai Pangumbahan untuk bertelur.
Setelah petugas menemukan telur penyu dan menjalankan proses penetasan, tukik yang telah siap akan dilepaskan kembali ke laut. Oleh karena itu, jadwal pelepasan tukik dapat berubah sesuai dengan aktivitas penyu di kawasan tersebut. Pengunjung yang ingin mengetahui informasi mengenai kegiatan pelepasan tukik dapat memantau akun Instagram @pangumbahanturtlepark. Pengelola membagikan informasi mengenai ada atau tidaknya kegiatan pelepasan melalui akun tersebut. Menariknya, tukik yang dilepaskan ke laut membutuhkan waktu yang sangat lama untuk kembali ke kawasan pantai. Penyu dapat kembali sekitar 25 tahun kemudian ketika telah memasuki masa reproduksi dan akan bertelur.

Pantai Tutup untuk Pengunjung Pukul 18.00 WIB

Pengelola juga membatasi waktu kunjungan wisatawan di kawasan pantai hingga pukul 18.00 WIB. Aturan tersebut bertujuan menjaga aktivitas alami penyu yang naik ke pantai untuk bertelur. Pada malam hari, penyu membutuhkan suasana yang tenang untuk menjalankan aktivitasnya. Suara dari pengunjung, cahaya lampu, maupun penggunaan lampu kilat dapat mengganggu penyu. Jika lingkungan sekitar terlalu ramai atau banyak cahaya, aktivitas penyu dapat terganggu. Kondisi tersebut bahkan dapat membuat penyu tidak melanjutkan proses bertelur. Karena itu, pengelola membatasi waktu kunjungan hingga sore hari agar kawasan pantai dapat kembali tenang pada malam hari. Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ruang alami bagi penyu yang datang ke Pantai Pangumbahan.

Belajar Menjaga Kehidupan Penyu

Konservasi Penyu Pangumbahan tidak hanya menawarkan pengalaman wisata. Kawasan ini juga mengajak pengunjung untuk memahami pentingnya menjaga habitat dan kehidupan satwa laut. Penyu menghadapi berbagai ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, kegiatan konservasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan wisatawan. Melalui kegiatan edukasi, pengunjung dapat memahami bahwa setiap aktivitas manusia di kawasan pantai dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan penyu. Karena itu, wisatawan perlu menjaga kebersihan, mematuhi aturan, dan tidak mengganggu aktivitas penyu selama berada di kawasan konservasi. Dengan adanya pembatasan waktu kunjungan dan pengaturan aktivitas wisata, Konservasi Penyu Pangumbahan berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan wisata dan kelestarian lingkungan.

Potensi Wisata Desa Pangumbahan

Keberadaan Konservasi Penyu Pangumbahan menjadi salah satu potensi wisata yang dimiliki Desa Pangumbahan. Kawasan tersebut menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung karena memadukan wisata alam dengan pembelajaran tentang konservasi. Pengunjung dapat menikmati keindahan pesisir sekaligus mengenal lebih dekat proses kehidupan penyu. Mulai dari penyu yang datang untuk bertelur hingga tukik yang memulai perjalanan menuju laut. Lebih dari sekadar destinasi wisata, Konservasi Penyu Pangumbahan juga menjadi ruang edukasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap tukik yang dilepaskan membawa harapan agar kelestarian penyu tetap terjaga hingga kembali lagi ke Pantai Pangumbahan pada masa mendatang. Dengan menjaga aturan dan menghormati habitat alami penyu, wisatawan dapat ikut mendukung keberlanjutan konservasi sekaligus menikmati salah satu potensi wisata edukasi yang dimiliki Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

  • Penulis: Ayunita Triany

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Film Thriller Sci-Fi Hope Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

    Film Thriller Sci-Fi Hope Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam – Sutradara ternama asal Korea Selatan, Na Hong-jin, kembali menyapa para pencinta sinema melalui karya terbarunya yang berjudul Hope. Bioskop-bioskop di Indonesia resmi menayangkan film bergenre thriller sci-fi ini sejak Rabu, 9 September 2026. Selain itu, film ini menghadirkan alur cerita yang penuh ketegangan serta misteri dari awal hingga akhir. Oleh karena itu, para […]

  • Ngadem di Tengah Sawah: Wisata Alam Tenang dan Asri di Sukabumi

    Ngadem di Tengah Sawah: Wisata Alam Tenang dan Asri di Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam,Sukabumi — Sukabumi dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki keindahan alam yang masih asri dan menenangkan. Salah satu daya tarik yang banyak diminati wisatawan adalah hamparan sawah hijau yang luas dengan suasana pedesaan yang sejuk. Tempat-tempat ini sering menjadi pilihan untuk “ngadem”, melepas penat, atau sekadar menikmati ketenangan jauh dari hiruk […]

  • Fintech dan Generasi Muda: Kemudahan Investasi atau Jebakan Utang Baru?

    Fintech dan Generasi Muda: Kemudahan Investasi atau Jebakan Utang Baru?

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Rifa Firyal Zhahara
    • 0Komentar

    sukabumi24jam.com – Aplikasi keuangan digital (fintech) berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Platform ini menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari investasi saham, aset kripto, hingga layanan belanja sekarang bayar nanti (paylater). Teknologi ini berhasil menarik minat generasi muda untuk melek finansial sejak dini. Mereka kini bisa memulai investasi hanya dengan modal belasan ribu rupiah melalui ponsel […]

  • Kebangkitan Komputer Meja Modular: Merakit PC Semudah Menyusun Balok Lego

    Kebangkitan Komputer Meja Modular: Merakit PC Semudah Menyusun Balok Lego

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Rifa Firyal Zhahara
    • 0Komentar

    sukabumi24jam.com – Dunia komputer meja (desktop PC) kini menawarkan inovasi baru yang sangat ramah pemula. Produsen teknologi mulai meluncurkan tren komputer modular instan yang mengadopsi konsep bongkar pasang seperti balok Lego. Inovasi ini mendobrak stigma lama bahwa merakit komputer merupakan pekerjaan rumit yang membutuhkan keahlian khusus. Konsumen awam kini bisa membangun komputer impian mereka sendiri dalam […]

  • Kemdiktisaintek Dorong PTS Jadi Adaptif dan Berkelanjutan

    Kemdiktisaintek Dorong PTS Jadi Adaptif dan Berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengajak perguruan tinggi swasta (PTS) untuk terus beradaptasi dengan perubahan global. Pemerintah mendorong PTS memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan inovasi pembelajaran, dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Ajakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Badan Penyelenggara […]

  • Olahraga Sepeda Tetap Populer, Jadi Gaya Hidup Sehat dan Sarana Menikmati Alam

    Olahraga Sepeda Tetap Populer, Jadi Gaya Hidup Sehat dan Sarana Menikmati Alam

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Novita Berliana
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com, Sukabumi – Olahraga sepeda masih menjadi salah satu aktivitas kebugaran yang digemari masyarakat Indonesia. Selain menjadi sarana menjaga kesehatan, bersepeda kini berkembang menjadi gaya hidup yang memadukan aktivitas fisik dengan kesempatan menikmati keindahan alam. Pilihan Aktivitas Akhir Pekan yang Menyenangkan Popularitas bersepeda terus bertahan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak masyarakat memanfaatkan akhir pekan untuk […]

expand_less