Breaking News
light_mode
Beranda » Jejak Rasa » Sejarah Mochi Sukabumi, Asal-Usul dan Perjalanannya sebagai Kuliner Khas Kota

Sejarah Mochi Sukabumi, Asal-Usul dan Perjalanannya sebagai Kuliner Khas Kota

  • account_circle Regi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

sukabumi24jam.com – Mochi sudah lama dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kue berukuran kecil ini memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis yang khas. Biasanya, mochi berisi kacang tanah dan disajikan dalam kemasan besek bambu.

Namun, di balik bentuknya yang sederhana, sejarah mochi Sukabumi menyimpan perjalanan yang menarik. Makanan ini berkembang melalui pertemuan berbagai budaya hingga menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat setempat.

Seiring berjalannya waktu, usaha mochi juga tumbuh di sejumlah kawasan Kota Sukabumi. Beberapa merek legendaris tetap bertahan, sementara produsen lainnya menghadirkan variasi rasa untuk mengikuti selera konsumen.

Sejarah Mochi Sukabumi dan Asal-Usulnya

Asal-usul mochi Sukabumi memiliki beberapa versi cerita. Satu versi mengaitkan kemunculannya dengan masa pendudukan Jepang di Indonesia. Pada masa itu, tentara Jepang disebut membuat makanan berbahan tepung ketan untuk disajikan dalam acara tertentu.

Cerita tersebut kemudian berkembang di masyarakat. Warga lokal yang mengenal proses pembuatannya mulai mengolah mochi dan mengembangkan usaha sendiri. Kawasan sekitar Kampung Kaswari juga kerap muncul dalam kisah perkembangan makanan ini.

Namun, ada pula cerita yang menghubungkan perkembangan mochi Sukabumi dengan masyarakat Tionghoa. Para pendatang disebut membawa keterampilan membuat mochi ketika menetap dan berdagang di Sukabumi.

Sejarawan dan antropolog Universitas Indonesia, Irman Firmansyah, menjelaskan bahwa mochi sebenarnya tidak berasal dari Jepang, melainkan diperkenalkan melalui Asia Tenggara saat sistem penanaman padi masuk ke Jepang.  Karena itu, asal-usul mochi Sukabumi sebaiknya tidak disimpulkan hanya dari kemiripan namanya dengan makanan Jepang.

Meski memiliki beberapa versi sejarah, masyarakat kemudian mengembangkan mochi dengan karakter dan cita rasa tersendiri. Proses tersebut menjadikan mochi semakin dekat dengan kehidupan warga Sukabumi.

Perkembangan dan Ciri Khas Mochi Sukabumi

Seiring bertambahnya peminat, usaha mochi mulai menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat. Sejumlah produsen mempertahankan resep keluarga, sementara lainnya mencoba memperluas pasar melalui kemasan dan pilihan rasa yang lebih beragam.

Mochi A Yani menjadi salah satu nama lama di Sukabumi. Menurut detikJabar, usaha ini sudah hadir sejak 1970. Lokasinya berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi.

Selain itu, ada Mochi Kaswari Lampion yang mulai berdiri pada 1983. Engkus Kuswandi, warga asli Sukabumi, mendirikan usaha tersebut. Lambat laun, Lampion berkembang menjadi salah satu produsen mochi khas Sukabumi.

Nama lain yang juga akrab di telinga masyarakat adalah Mochi Garuda. Kehadiran berbagai produsen tersebut menunjukkan bahwa perkembangan mochi tidak hanya bertumpu pada satu usaha. Masing-masing memiliki perjalanan dan pelanggan tersendiri.

Dari segi rasa, mochi Sukabumi memiliki ciri berupa tekstur kenyal dan lembut. Bahan utamanya adalah tepung ketan yang diolah hingga menghasilkan adonan lentur. Secara tradisional, pembuat mengisi bagian dalamnya dengan kacang tanah, sehingga rasanya manis sekaligus gurih.

Ciri khas lainnya terlihat pada kemasan besek bambu. Wadah anyaman tersebut membuat mochi tampil tradisional dan mudah dikenali. Kemasan ini juga menjadi pembeda mochi Sukabumi dari sejumlah produk mochi lainnya.

Meski begitu, perkembangan selera konsumen turut mendorong munculnya berbagai pilihan rasa. Selain kacang, pembeli kini dapat menemukan mochi dengan isian cokelat, keju, stroberi, hingga matcha. Variasi tersebut membuat mochi tetap menarik bagi konsumen dari berbagai kalangan.

Walaupun banyak inovasi bermunculan, rasa original tetap memiliki tempat tersendiri. Sebagian pembeli masih mencari mochi dengan isian kacang dan kemasan tradisional. Hal tersebut menunjukkan bahwa identitas lama tetap menjadi bagian penting dari perkembangan produk ini.

Mochi Sukabumi sebagai Warisan Budaya dan Ikon Kuliner

Popularitas mochi tidak hanya menjadikannya sebagai oleh-oleh favorit. Makanan ini juga menjadi bagian dari kekayaan budaya kuliner daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan memasukkan Moci dari Sukabumi dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2022.

Pengakuan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap mochi sebagai produk budaya yang berkembang di masyarakat. Selain mempertahankan cita rasa, para pelaku usaha juga menjaga keterampilan pembuatan yang mereka warisi dari generasi sebelumnya.

Pada akhirnya, sejarah mochi Sukabumi menunjukkan bahwa kue ini bukan sekadar camilan manis untuk buah tangan. Makanan ini menyimpan cerita tentang pertemuan budaya, perkembangan usaha keluarga, dan kreativitas masyarakat dalam menjaga warisan kuliner. Hingga sekarang, masyarakat luas tetap mengenal mochi sebagai salah satu identitas Kota Sukabumi.

  • Penulis: Regi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Explore Sukabumi: Menjelajahi Keindahan Alam dan Potensi Wisata Daerah

    Explore Sukabumi: Menjelajahi Keindahan Alam dan Potensi Wisata Daerah

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam, Sukabumi – Masyarakat mengenal Sukabumi sebagai salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki kekayaan alam melimpah serta potensi wisata yang sangat menarik. Keindahan alam yang masih asri menarik minat banyak wisatawan untuk mengunjungi Sukabumi, baik dari dalam maupun luar daerah. Melalui kegiatan Explore Sukabumi, masyarakat dapat lebih mengenal, mengunjungi, sekaligus mempromosikan berbagai […]

  • AI Agent: Asisten Serba Otomatis Masa Depan atau Ancaman Privasi Baru?

    AI Agent: Asisten Serba Otomatis Masa Depan atau Ancaman Privasi Baru?

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Rifa Firyal Zhahara
    • 0Komentar

    sukabumi24jam.com – Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengalami lompatan besar. Jika sebelumnya kita terbiasa dengan chatbot yang hanya bisa menjawab pertanyaan atau membuat teks, kini dunia teknologi sedang bergeser ke era AI Agent. Ini adalah sistem serba otomatis yang tidak hanya bisa berpikir, tetapi juga langsung bertindak eksekutif atas nama penggunanya. Mulai dari memesan tiket […]

  • Membangun Karakter Generasi Muda, Mahasiswa  UBSI Sukses Selenggarakan Pengabdian  Masyarakat Berbasis Nilai Islam di Kebonpedes

    Membangun Karakter Generasi Muda, Mahasiswa UBSI Sukses Selenggarakan Pengabdian Masyarakat Berbasis Nilai Islam di Kebonpedes

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Nazwa Pharida
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam, Sukabumi – Kelompok 3 Mahasiswa Pengabdian Masyarakat sukses menggelar program edukasi keagamaan dan karakter di Kp. Ranji Cigarung, Jl. Bojonggaling, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Melalui tema “Menanamkan Nilai Islam: Membangun Moral, Spiritual, dan Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari”, kegiatan ini berfokus pada pembentukan karakter dan akhlak mulia bagi pelajar. Peserta kegiatan terdiri dari […]

  • Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 Segera Ditutup, Calon Pendaftar Diminta Lengkapi Berkas

    Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 Segera Ditutup, Calon Pendaftar Diminta Lengkapi Berkas

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam – Pendaftaran Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 2 Tahun 2026 akan berakhir pada 31 Juli 2026. LPDP mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut agar segera menyelesaikan pendaftaran. Calon peserta juga perlu memastikan seluruh dokumen telah lengkap sebelum mengirimkan berkas. LPDP membuka pendaftaran Beasiswa Tahap 2 sejak 30 Juni 2026. Program ini […]

  • Kuliner Sukabumi yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung

    Kuliner Sukabumi yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle ⁠Putri Indah Kirana
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com – Kuliner menjadi salah satu daya tarik yang melengkapi perjalanan wisata di Sukabumi. Banyak wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mencari pengalaman mencicipi berbagai makanan khas yang populer di daerah ini. Perkembangan usaha kuliner menghadirkan banyak pilihan tempat makan dengan konsep yang beragam. Kondisi tersebut membuat wisatawan semakin mudah menemukan makanan yang […]

  • KATSEYE: WILD HEARTS Tayang di Bioskop, Ungkap Perjalanan Girl Group Global

    KATSEYE: WILD HEARTS Tayang di Bioskop, Ungkap Perjalanan Girl Group Global

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam – Penggemar KATSEYE atau EYEKONS kini bisa mengikuti perjalanan girl group global tersebut melalui film KATSEYE: WILD HEARTS. Film dokumenter ini mulai tayang secara terbatas di bioskop Indonesia pada 12 Agustus 2026. Film berdurasi sekitar 80 menit ini mengajak penonton mengikuti perjalanan KATSEYE sejak program Dream Academy hingga mencapai panggung musik global. Sutradara Nadia […]

expand_less