Pemerintah Siapkan 10 Universitas Kedokteran dan Sains, Gandeng Imperial College London
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Brian Yuliarto bersama delegasi Imperial College London di Istana Kepresidenan Jakarta membahas pembangunan 10 universitas kedokteran dan sains.Cr : RCTI+
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Pemerintah terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui pengembangan perguruan tinggi berstandar internasional. Pemerintah menyiapkan pembangunan 10 universitas kedokteran dan sains dengan menggandeng Imperial College London, salah satu universitas terbaik dunia di bidang sains, teknologi, teknik, kedokteran, dan kesehatan.
Presiden Prabowo Subianto membahas rencana tersebut bersama delegasi Imperial College London di Istana Merdeka, Jakarta, pada 22 Juni 2026. Melalui kerja sama ini, pemerintah ingin meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperkuat riset, dan mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.
Fokus Perkuat Pendidikan Kedokteran dan Sains
Pemerintah menilai pendidikan kedokteran dan sains memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah akan mengembangkan universitas dengan fasilitas pembelajaran modern, laboratorium berstandar internasional, dan ekosistem riset yang kuat.
Pemerintah juga akan meningkatkan kompetensi dosen, peneliti, dan mahasiswa. Langkah ini bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, keterampilan riset, dan daya saing global.
Imperial College London Jadi Mitra
Pemerintah memilih Imperial College London sebagai mitra strategis karena kampus tersebut memiliki reputasi internasional di bidang kedokteran, sains, teknik, dan teknologi. Kedua pihak akan menyusun kurikulum, meningkatkan kapasitas dosen, melaksanakan riset bersama, dan mengembangkan program akademik berstandar internasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya mencakup pembangunan universitas baru. Pemerintah juga ingin memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi kelas dunia.
Dorong Riset dan Inovasi
Pemerintah menargetkan universitas tersebut menghasilkan inovasi di bidang kesehatan, teknologi, dan ilmu pengetahuan. Untuk mencapai target itu, pemerintah akan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga penelitian, dan dunia industri.
Kolaborasi tersebut akan mempercepat hilirisasi hasil riset. Dengan cara itu, para peneliti dapat mengembangkan inovasi yang langsung memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Wujudkan Indonesia Emas 2045
Pemerintah menjadikan pembangunan 10 universitas kedokteran dan sains sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Indonesia. Program ini juga bertujuan mencetak lebih banyak dokter, ilmuwan, peneliti, dan tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Pemerintah optimistis kerja sama dengan Imperial College London akan mempercepat transformasi pendidikan tinggi nasional. Dukungan riset, inovasi, dan jejaring internasional akan membantu perguruan tinggi Indonesia melahirkan lulusan berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar