Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Peran Kunci Orang Tua di MPLS Ramah 2026, Cegah Perpeloncoan dan Pungutan di Sekolah

Peran Kunci Orang Tua di MPLS Ramah 2026, Cegah Perpeloncoan dan Pungutan di Sekolah

  • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumi24Jam – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mengajak orang tua untuk berperan aktif dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui akun Instagram resminya, Kemendikdasmen menegaskan bahwa orang tua memegang peran penting selama anak menjalani masa adaptasi di sekolah.

Kemendikdasmen tidak hanya mengajak orang tua mengantar anak pada hari pertama sekolah. Kementerian juga mendorong orang tua untuk mendampingi, memberikan dukungan, serta memantau seluruh rangkaian kegiatan MPLS agar anak merasa aman dan nyaman.

Sekolah Perkenalkan Program kepada Orang Tua

Setiap sekolah harus mengenalkan program MPLS kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai. Sekolah dapat menyampaikan informasi melalui pertemuan, surat resmi, atau media komunikasi lainnya. Informasi tersebut meliputi tujuan, materi, jadwal, aturan, serta peran orang tua selama MPLS berlangsung.

Ketentuan ini mengikuti Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Melalui sosialisasi tersebut, sekolah membantu orang tua memahami hak, kewajiban, serta cara mendukung anak selama mengikuti MPLS.

MPLS Ramah Utamakan Keamanan Peserta Didik

Kemendikdasmen menghadirkan konsep MPLS Ramah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain itu, program ini juga mendorong sekolah menghormati keberagaman dan melindungi setiap peserta didik.

Karena itu, sekolah tidak boleh melakukan perpeloncoan, intimidasi, maupun kekerasan dalam bentuk apa pun. Sekolah juga tidak boleh meminta pungutan selama kegiatan MPLS. Di samping itu, sekolah tidak boleh memberikan atribut maupun tugas yang tidak mendukung tujuan pendidikan.

Orang Tua Awasi Pelaksanaan MPLS

Kemendikdasmen meminta orang tua menjalin komunikasi dengan pihak sekolah. Selain itu, orang tua perlu segera melapor jika menemukan perpeloncoan, pungutan liar, atau tindakan lain yang merugikan peserta didik.

Kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah juga memberi semangat kepada anak. Dukungan tersebut membantu siswa lebih percaya diri saat memasuki lingkungan baru.

Melalui kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, Kemendikdasmen berharap MPLS Ramah 2026 mampu menghadirkan pengalaman belajar yang positif. Program ini juga menjadi langkah awal untuk membangun karakter peserta didik yang mandiri, berakhlak, dan siap mengikuti proses pembelajaran.

  • Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Pilu Penumpang KLM Nurul Salsa: Bertahan 4 Hari di Atas Gabus Bersama Jasad Rekan

    Kisah Pilu Penumpang KLM Nurul Salsa: Bertahan 4 Hari di Atas Gabus Bersama Jasad Rekan

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Rifa Firyal Zhahara
    • 0Komentar

    sukabumi24jam.com – Nelayan KM Bari-Baria 05 menyelamatkan dua penumpang Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa yang sempat hilang di laut bebas pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Kedua korban berhasil bertahan hidup setelah empat hari terombang-ambing mengapung di atas selembar gabus. Petugas mengidentifikasi kedua korban selamat bernama Asmal alias Jamsal (24) dan Nurmiati (46). Keduanya […]

  • Wamendikdasmen Tinjau Pemanfaatan PID di Tanjungpinang, Pembelajaran Makin Interaktif

    Wamendikdasmen Tinjau Pemanfaatan PID di Tanjungpinang, Pembelajaran Makin Interaktif

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meninjau penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) di SMP Negeri 16 Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, pada Jumat (24/7/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mempercepat digitalisasi pembelajaran di sekolah. PID Hadirkan Pengalaman Belajar yang Lebih Interaktif Atip […]

  • Wisatawan Asal Simpenan Tewas Tenggelam di Curug Larangan Sukabumi

    Wisatawan Asal Simpenan Tewas Tenggelam di Curug Larangan Sukabumi

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Rifa Firyal Zhahara
    • 0Komentar

    sukabumi24jam.com, Sukabumi – Polisi mengungkap kronologi tragedi yang menimpa seorang wisatawan berinisial DS (31 tahun) atau Dores Sandi (30 tahun). Korban berasal dari Kampung Sawah Garung, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Ia tewas setelah tenggelam di Curug Larangan, Kecamatan Ciemas, pada Minggu (21/6/2026). Kronologi Hilangnya Korban Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, menjelaskan bahwa peristiwa […]

  • Kemdiktisaintek Buka Pendanaan Hackathon Deeptech 2026 untuk Perguruan Tinggi

    Kemdiktisaintek Buka Pendanaan Hackathon Deeptech 2026 untuk Perguruan Tinggi

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam – Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran Program Hackathon Deeptech 2026. Program pendanaan kompetitif ini mengajak perguruan tinggi di seluruh Indonesia menyelenggarakan kompetisi inovasi berbasis riset. Melalui program tersebut, pemerintah mendorong perguruan tinggi menghasilkan solusi teknologi yang siap menjawab kebutuhan masyarakat […]

  • Kue Ali Agrem Sukabumi, Jajanan Tradisional yang Melegenda

    Kue Ali Agrem Sukabumi, Jajanan Tradisional yang Melegenda

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle ⁠Putri Indah Kirana
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com – Kue Ali Agrem menjadi salah satu jajanan tradisional khas Sukabumi yang masih bertahan hingga sekarang. Banyak masyarakat memilih camilan ini karena memiliki rasa manis dari gula merah, tekstur renyah di bagian luar, dan bagian dalam yang lembut. Wisatawan juga sering mencari jajanan tersebut sebagai oleh-oleh setelah berkunjung ke Sukabumi. Selain memiliki cita rasa […]

  • Fintech dan Generasi Muda: Kemudahan Investasi atau Jebakan Utang Baru?

    Fintech dan Generasi Muda: Kemudahan Investasi atau Jebakan Utang Baru?

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Rifa Firyal Zhahara
    • 0Komentar

    sukabumi24jam.com – Aplikasi keuangan digital (fintech) berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Platform ini menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari investasi saham, aset kripto, hingga layanan belanja sekarang bayar nanti (paylater). Teknologi ini berhasil menarik minat generasi muda untuk melek finansial sejak dini. Mereka kini bisa memulai investasi hanya dengan modal belasan ribu rupiah melalui ponsel […]

expand_less