Kebakaran Maut di Palabuhanratu: Ibu Tewas Terjebak dan Balita Mengalami Luka Bakar 40 Persen
- account_circle Rifa Firyal Zhahara
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi (Sumber: AI-Generated)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
sukabumi24jam.com, Sukabumi – Musibah kebakaran hebat melanda sebuah rumah panggung di Kampung Cibodas RT 14/RW 08, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa tragis ini meludeskan seluruh bangunan rumah dan merenggut nyawa seorang ibu.
Korban meninggal dunia merupakan seorang perempuan penghuni rumah berinisial E (berusia 33-34 tahun). Selain menimbulkan korban jiwa, amukan si jago merah juga mengakibatkan seorang anak balita mengalami luka bakar serius.
Bencana ini bermula dari percikan api kompor dapur yang menyambar jeriken bensin eceran di dekatnya. Hembusan angin yang kencang membuat kobaran api dengan cepat menghanguskan hampir seluruh bangunan kayu tersebut dalam hitungan menit.
Aksi Heroik Menerobos Kepungan Api
Kebakaran ini langsung memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar. Salah seorang warga, Ati Susanti, mengaku baru saja selesai mandi ketika mendengar suara teriakan histeris dari luar rumah yang meminta penghuni segera menyelamatkan diri.
“Saya habis mandi, terus dengar orang teriak-teriak suruh keluar. Pas saya lihat, apinya sudah besar,” ujar Ati di lokasi kejadian.
Saat api mulai menutup akses utama rumah, seorang kerabat korban bernama Kemal (41) melakukan aksi nekat. Ia langsung berlari dan menerobos masuk ke dalam kepungan api demi menyelamatkan keponakannya, Arya (4), yang sedang tidur di dalam kamar.
“Anak tersebut sedang tidur ditemani bibinya yang kebetulan juga sedang sakit. Begitu saya mendengar teriakan kebakaran dari saudara, saya langsung berlari dan sengaja menerobos masuk ke dalam rumah demi menyelamatkan anak ini,” kata Kemal.
Korban Diduga Pingsan Akibat Asap Pekat
Sementara itu, sang ibu diduga kehilangan kesadaran setelah menghirup asap tebal yang sangat pekat. Korban sekuat tenaga berjuang sendirian untuk memadamkan api demi melindungi anak dan kerabatnya, sehingga tidak sempat melarikan diri ke luar rumah.
“Ibunya tidak berusaha melarikan diri karena sekuat tenaga ingin memadamkan api tersebut. Namun, karena kobaran api sangat besar dan asapnya sangat pekat, beliau kemungkinan pingsan hingga akhirnya terbakar dan tidak dapat diselamatkan,” jelas Kemal.
Ati Susanti menambahkan bahwa kondisi rumah sebenarnya relatif sepi saat kejadian karena pemilik rumah yang lain sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Warga sempat menduga api berasal dari kebocoran gas sebelum mengetahui sumber asli percikan kompor.
“Warga bergegas membantu memadamkan api. Dari desa juga langsung menghubungi Damkar. Kayaknya kemungkinan terjebak di dalam rumah, jadi enggak sempat keluar,” ucap Ati.
Balita Menjalani Perawatan Intensif di RSUD
Petugas pemadam kebakaran bersama warga akhirnya berhasil memadamkan api dan melakukan proses pendinginan. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban menuju rumah duka untuk proses penyerahan kepada pihak keluarga.
Di sisi lain, tim medis langsung melarikan Arya ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan intensif. Pihak rumah sakit terus memantau kondisi fisik sang balita karena menderita luka bakar yang cukup luas.
Humas RSUD Palabuhanratu, Billy Agustian, memberikan keterangan resmi mengenai tingkat keparahan luka yang menimpa pasien anak tersebut.
“Pasien anak laki-laki berusia 4 tahun tersebut mengalami luka bakar atau combustio. Tingkat keparahan luka bakar yang diderita pasien mencapai sekitar 40 persen,” tutur Billy.
Billy juga memastikan bahwa tim medis masih terus memberikan pengawasan ketat meskipun kondisi umum pasien saat ini sudah mulai membaik. “Secara umum kondisi pasien saat ini stabil dan cukup baik. Namun, tim medis kami masih terus melakukan pengawasan secara ketat untuk memulihkan kondisinya,” pungkasnya.
- Penulis: Rifa Firyal Zhahara

Saat ini belum ada komentar