Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Demi Kejar Ambisi AI, Universitas di China Hapus Ribuan Jurusan Kuliah

Demi Kejar Ambisi AI, Universitas di China Hapus Ribuan Jurusan Kuliah

  • account_circle Rifa Firyal Zhahara
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

sukabumi24jam.com – Gelombang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini merombak total wajah pendidikan tinggi di China. Kampus-kampus kini melakukan penyesuaian besar-besaran. Mereka menghapus ribuan program studi konvensional demi target pembangunan nasional.

Langkah radikal ini berakar dari ambisi besar China untuk memimpin industri masa depan secara global. Selain itu, pemerintah setempat mengambil kebijakan ini untuk mengatasi krisis lapangan kerja dan menekan angka pengangguran lulusan muda yang menyentuh angka belasan persen.

Data Kementerian Pendidikan China mengungkapkan bahwa perguruan tinggi di sana telah mencabut atau menangguhkan 12.200 program gelar sarjana (S1) sepanjang periode 2021 hingga 2025. Sebagai gantinya, kampus-kampus membuka 10.200 jurusan baru yang berbasis teknologi masa depan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen universitas di China telah merombak kurikulum mereka agar sesuai dengan tuntutan zaman. Kebijakan ini menyasar bidang-bidang yang dinilai mulai mengalami kejenuhan dan tidak lagi sejalan dengan kebutuhan pasar kerja modern imbas kemunculan AI.

Bidang Seni dan Humaniora Jadi Korban Perubahan Zaman

Kebijakan ini memakan ‘korban’ yang sebagian besar berasal dari bidang seni, humaniora, bahasa asing, dan manajemen. University of Shanghai for Science and Technology, misalnya, resmi menghentikan penerimaan mahasiswa baru untuk jurusan Desain Produk tahun ini.

Seorang alumni jurusan tersebut mengakui bahwa pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan memangkas drastis peluang kerja di sektor industri kreatif. “Pesatnya perkembangan AI memukul telak bidang desain produk. Banyak pekerjaan inti, seperti modelling dan rendering, sekarang sudah bisa dikerjakan oleh AI,” ungkap alumni yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut.

Langkah serupa juga menerjang Communication University of China (CUC), salah satu kampus media dan seni paling bergengsi di Beijing. CUC menutup lima jurusan seni sekaligus, yakni fotografi, komik, desain komunikasi visual, seni media baru, dan desain fesyen.

Rektor CUC, Liao Xiangzhong, menegaskan bahwa era kolaborasi manusia dan mesin akan mendominasi masa depan. Ia menilai jurusan fotografi tradisional tidak lagi relevan sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri karena perangkat digital mempermudah semua orang menjadi kreator konten.

Tak hanya itu, CUC juga menghapus program humaniora seperti penerjemahan bahasa tertentu yang kini sudah beralih ke kecerdasan buatan. “Penerjemahan sudah banyak digantikan AI. Membuka program studi empat tahun untuk penerjemahan bahasa tertentu merupakan pemborosan sumber daya nasional,” ujar Liao secara tegas.

Kampus Berlomba Membuka Jurusan Berbasis Teknologi

Sebagai pengganti jurusan yang hilang, universitas di China kini berlomba-lomba meluncurkan program studi baru seperti Intelligent Imaging Art dan Intelligent Audiovisual Engineering. Sedikitnya sembilan universitas terkemuka juga menambahkan jurusan baru terkait embodied intelligence, sebuah sistem yang mengintegrasikan AI dengan robot fisik untuk menggerakkan ekonomi riil.

Perubahan mendasar ini ternyata tidak memicu kepanikan berlebih di kalangan mahasiswa yang terdampak. Seorang mahasiswa fotografi di CUC mengaku bahwa para dosen sudah memperkenalkan penggunaan perangkat AI dalam proses kreatif sejak tahun 2022.

“Kami memang menghela napas saat mendengar kabar itu, tetapi tidak ada reaksi emosional yang berlebihan. Bagi saya, AI hanyalah medium kreatif atau alat baru. Yang lebih penting adalah cara berpikir manusianya,” tuturnya dengan optimis.

Pakar Dorong Fleksibilitas Sistem Kurikulum Kuliah

Kendati perguruan tinggi bergerak cepat, sejumlah pakar menilai bahwa sekadar membongkar pasang nama jurusan hanya menjadi solusi jangka pendek. Peneliti senior dari National Institute of Education Sciences, Chu Zhaohui, mengingatkan bahwa universitas tidak bisa terus-menerus menutup dan membuka jurusan baru setiap kali teknologi berkembang.

Chu menyoroti bahwa pihak kampus sebenarnya baru membuka kembali jurusan-jurusan yang mereka hapus saat ini pada perombakan tahap awal sebelumnya. Ia menyarankan pihak universitas untuk menerapkan kurikulum yang jauh lebih fleksibel daripada terus mengganti nama program studi.

“Hal ini akan membuat mahasiswa bisa memilih mata kuliah yang sesuai dengan minat pribadi, kelebihan unik mereka, serta tuntutan jalur karier yang mereka inginkan. Pada akhirnya, mereka bisa membentuk profil keahlian mereka sendiri yang khas,” kata Chu.

Kesadaran baru ini juga mulai mengubah pola pikir para orang tua di China dalam mengarahkan masa depan anak mereka. Vincent Zhao (48), seorang pengusaha media di Beijing, kini mengarahkan putrinya untuk mengambil studi yang fokus pada statistika dan tata kelola data demi menghadapi ketidakpastian pasar kerja.

“Pola pikir lama, di mana kita kuliah di satu jurusan yang spesifik, lalu mendapatkan pekerjaan yang sangat pas dengan jurusan itu, dan bertahan di sana dengan mapan seumur hidup, sudah tidak berlaku lagi saat ini,” pungkas Zhao.

  • Penulis: Rifa Firyal Zhahara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • D’Green Resto and Coffee Sukabumi, Tempat Nongkrong Nyaman dengan Suasana Asri di Tengah Kota

    D’Green Resto and Coffee Sukabumi, Tempat Nongkrong Nyaman dengan Suasana Asri di Tengah Kota

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Ina Haryani
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com – Tren mencari tempat nongkrong yang nyaman terus meningkat. Generasi muda kini tidak hanya mencari makanan dan minuman yang enak. Mereka juga membutuhkan ruang untuk bersantai, bekerja, dan berkumpul bersama teman maupun keluarga. Menjawab kebutuhan tersebut, D’Green Resto and Coffee Sukabumi hadir sebagai salah satu destinasi favorit di Kota Sukabumi. Lokasinya yang mudah dijangkau membuat […]

  • Instagram Luncurkan Komentar Foto di Reels dan Feed, Pengguna Langsung Heboh

    Instagram Luncurkan Komentar Foto di Reels dan Feed, Pengguna Langsung Heboh

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam – Instagram kembali menghadirkan inovasi terbaru yang langsung mencuri perhatian pengguna media sosial. Platform berbagi foto dan video tersebut kini mulai meluncurkan fitur komentar foto di kolom komentar unggahan maupun Reels. Fitur baru Instagram ini mulai muncul pada pertengahan Mei 2026 di sejumlah akun pengguna dan segera menjadi topik hangat di berbagai platform digital. […]

  • Like Earth Coffee Sukabumi, Kafe Estetik yang Cocok untuk Ngopi dan Bersantai

    Like Earth Coffee Sukabumi, Kafe Estetik yang Cocok untuk Ngopi dan Bersantai

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Ina Haryani
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com – Mencari tempat nongkrong yang nyaman di Sukabumi kini semakin mudah. Beragam kafe menawarkan konsep yang menarik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, kafe juga menjadi ruang untuk bekerja, berdiskusi, hingga berkumpul bersama keluarga atau sahabat. Banyak warga Sukabumi menjadikan Like Earth Coffee Sukabumi sebagai salah satu destinasi favorit untuk […]

  • Program Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Cek Status Eligible di MagangHub

    Program Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Cek Status Eligible di MagangHub

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Program Magang Nasional 2026 Batch I pada 15–28 Juli 2026. Program ini memberi kesempatan kepada lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja melalui ribuan perusahaan mitra di berbagai sektor. Sebelum mendaftar, Kemnaker bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengimbau calon peserta agar memeriksa status eligible di platform […]

  • Banjir Limpasan Terjang Jalur Sukabumi-Sagaranten, Akses Sempat Lumuh Total

    Banjir Limpasan Terjang Jalur Sukabumi-Sagaranten, Akses Sempat Lumuh Total

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Rifa Firyal Zhahara
    • 0Komentar

    sukabumi24jam – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Selasa (14/4) sore memicu banjir limpasan yang melumpuhkan total arus lalu lintas di ruas jalan provinsi penghubung Sukabumi Sagaranten. Cuaca ekstrem tersebut membawa material bebatuan dan lumpur yang menerjang badan jalan hingga menutup akses kendaraan dari kedua arah. Kronologi dan Pemicu Banjir Peristiwa ini bermula sekitar […]

  • Kemdiktisaintek Perkuat Daya Saing Global Melalui Transformasi Pendidikan Tinggi

    Kemdiktisaintek Perkuat Daya Saing Global Melalui Transformasi Pendidikan Tinggi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong transformasi pendidikan tinggi untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Pemerintah menjalankan langkah tersebut melalui penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan riset, peningkatan inovasi, serta perluasan kerja sama internasional. Saat ini, transformasi pendidikan tinggi menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Langkah tersebut penting karena Indonesia […]

expand_less