Film Netflix Aku Sebelum Aku, Drama Keluarga Sarat Makna
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Senin, 27 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cr : Selebritalk - Pikiran Rakyat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Netflix menghadirkan film original Indonesia Aku Sebelum Aku, sebuah drama coming-of-age yang mengisahkan perjuangan remaja berprestasi dalam menghadapi tekanan hidup dan mencari jati diri. Gina S. Noer menyutradarai sekaligus menulis film tersebut. Netflix mulai menayangkannya secara global pada 16 Juli 2026.
Jati Berjuang Menghadapi Tekanan Keluarga
Tokoh utama, Jati, meraih banyak prestasi akademik dan menjadi kebanggaan sekolahnya. Namun, ia harus menghadapi tekanan besar akibat harapan tinggi dari sang ayah, Pak Jaya. Tekanan itu memicu serangan panik hingga membuat Jati mempertanyakan masa depan dan jati dirinya.
Sebuah tugas sekolah tentang sejarah keluarga mendorong Jati menelusuri masa lalu keluarganya. Perjalanan tersebut membuka kesempatan baginya untuk memahami sang ayah sekaligus memperbaiki hubungan keluarga.
Hadirkan Deretan Aktor Tanah Air
Ringgo Agus Rahman memerankan tokoh Pak Jaya, sedangkan Bima Sena tampil sebagai Jati. Widuri Puteri dan Prastiwi Dwiarti turut memperkuat jajaran pemeran dalam film ini. Melalui kisah tersebut, Gina S. Noer mengangkat isu hubungan orang tua dan anak, tekanan akademik, serta pentingnya menjaga kesehatan mental remaja.
Film ini juga mengajak penonton memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup dan tantangan yang berbeda. Cerita yang disajikan mendorong penonton untuk memaafkan diri sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan membangun komunikasi yang lebih sehat bersama keluarga.
Lewat Aku Sebelum Aku, Netflix kembali menghadirkan film Indonesia yang mengangkat isu dekat dengan kehidupan masyarakat. Selain menawarkan cerita yang emosional, film ini mengajak penonton merenungkan arti keluarga, menerima diri sendiri, dan berani melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar