Wisatawan Asal Simpenan Tewas Tenggelam di Curug Larangan Sukabumi
- account_circle Rifa Firyal Zhahara
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
sukabumi24jam.com, Sukabumi – Polisi mengungkap kronologi tragedi yang menimpa seorang wisatawan berinisial DS (31 tahun) atau Dores Sandi (30 tahun). Korban berasal dari Kampung Sawah Garung, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Ia tewas setelah tenggelam di Curug Larangan, Kecamatan Ciemas, pada Minggu (21/6/2026).
Kronologi Hilangnya Korban
Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya tiba di area parkir Curug Larangan sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan satu unit mobil pikap. Mereka kemudian masuk ke kawasan wisata untuk bermain air di sekitar air terjun.
“Pada sekitar pukul 14.20 WIB, rekan-rekan korban menyadari korban sudah tidak berada bersama mereka. Mereka kemudian langsung mencari di sekitar lokasi, namun belum berhasil menemukan korban,” ujar AKP Deni Miharja, Senin (22/6/2026).
Karena tidak kunjung membuahkan hasil, rekan-rekan korban segera melaporkan kejadian itu kepada pengelola objek wisata sekitar pukul 15.00 WIB. Pengelola, warga, dan petugas akhirnya menyisir lokasi selama satu jam, hingga berhasil menemukan korban di dasar pusaran air Curug Larangan sedalam lima meter pada pukul 16.00 WIB.
“Petugas menemukan korban dalam keadaan tengkurap di dasar pusaran air dan sudah meninggal dunia,” ungkap AKP Deni.
Dugaan Penyebab dan Langkah Kepolisian
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, polisi menduga korban mengalami kram saat berada di area pusaran air sehingga tidak mampu menyelamatkan diri.
“Kami menduga korban mengalami kram ketika bermain di area pusaran air Curug Larangan, sehingga ia tidak dapat berenang lalu tenggelam,” jelas AKP Deni.
Dalam menangani peristiwa tersebut, pihak kepolisian bersama unsur terkait melakukan sejumlah tindakan cekatan. Petugas segera menerima laporan lalu mendatangi lokasi kejadian. Selanjutnya, mereka memimpin proses pencarian serta berhasil mengevakuasi korban.
Polisi juga memberikan imbauan keselamatan kepada pengunjung dan pengelola wisata, sekaligus mengumpulkan bahan dan keterangan. Setelah proses evakuasi selesai, rekan-rekan korban langsung membawa jenazah ke rumah duka menggunakan mobil pikap mereka.
Keikhlasan Keluarga dan Imbauan untuk Wisatawan
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut dengan ikhlas sebagai musibah dan takdir dari Allah SWT. Selain itu, keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Girimukti, pengelola wisata, serta seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga mengantarkan korban ke rumah duka.
- Penulis: Rifa Firyal Zhahara

Saat ini belum ada komentar