Breaking News
light_mode
Beranda » Jejak Rasa » Nasi Tutug Oncom Sukabumi Hadirkan Cita Rasa Tradisional

Nasi Tutug Oncom Sukabumi Hadirkan Cita Rasa Tradisional

  • account_circle ⁠Putri Indah Kirana
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumi24jam.com – Nasi Tutug Oncom Sukabumi menjadi salah satu kuliner khas yang selalu menarik perhatian wisatawan. Hidangan ini menghadirkan perpaduan nasi hangat dengan oncom berbumbu yang menghasilkan cita rasa gurih dan aroma khas. Karena itu, banyak orang memasukkan menu ini ke dalam daftar kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Sukabumi.

Masyarakat Sukabumi telah mengenal Nasi Tutug Oncom sejak lama. Hingga kini, banyak rumah makan dan warung tradisional tetap mempertahankan menu tersebut. Selain rasanya yang lezat, hidangan ini juga mencerminkan kekayaan kuliner khas Sunda yang masih terjaga.

Nasi Tutug Oncom Sukabumi Memiliki Cita Rasa yang Autentik

Para pelaku usaha mengolah oncom dengan bawang merah, bawang putih, cabai, kencur, dan rempah pilihan. Setelah itu, mereka mencampurkan oncom dengan nasi hangat hingga bumbu meresap sempurna. Proses tersebut menghasilkan rasa gurih yang khas dalam setiap suapan.

Selain itu, setiap penyajian biasanya dilengkapi ayam goreng, ikan asin, tahu, tempe, lalapan, dan sambal. Perpaduan lauk tersebut membuat hidangan terasa lebih lengkap. Banyak pelanggan juga menambahkan kerupuk agar teksturnya semakin nikmat.

Di sisi lain, beberapa rumah makan menghadirkan pilihan lauk yang lebih beragam. Meski begitu, mereka tetap mempertahankan resep tradisional agar cita rasa khasnya tidak berubah. Langkah tersebut membuat pelanggan tetap setia menikmati menu ini.

Kuliner Tradisional yang Terus Bertahan

Nasi Tutug Oncom Sukabumi mampu bertahan di tengah hadirnya berbagai makanan modern. Banyak pelaku usaha terus menjaga kualitas bahan baku agar rasa tetap konsisten. Oleh karena itu, hidangan ini masih menjadi pilihan masyarakat dari berbagai usia.

Tidak hanya itu, media sosial juga membantu memperkenalkan kuliner khas ini kepada wisatawan. Banyak pengunjung membagikan foto dan pengalaman mereka setelah menikmati seporsi Nasi Tutug Oncom. Akibatnya, semakin banyak orang tertarik mencicipinya ketika berkunjung ke Sukabumi.

Sementara itu, para pelaku UMKM terus berinovasi pada penyajian tanpa mengubah cita rasa utamanya. Mereka memperbaiki tampilan hidangan agar lebih menarik bagi generasi muda. Inovasi tersebut membantu kuliner tradisional tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Menjadi Ikon Kuliner Sukabumi

Nasi Tutug Oncom Sukabumi tidak hanya menghadirkan makanan yang lezat, tetapi juga memperkenalkan budaya kuliner daerah kepada wisatawan. Banyak pengunjung memilih menu ini karena ingin merasakan cita rasa khas yang sulit ditemukan di daerah lain. Dengan demikian, pengalaman wisata terasa lebih lengkap.

Kuliner ini juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal. Rumah makan, warung makan, dan UMKM memperoleh peluang untuk memperkenalkan produk khas Sukabumi kepada masyarakat yang lebih luas. Kondisi tersebut ikut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Nasi Tutug Oncom Sukabumi membuktikan bahwa makanan tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Cita rasa yang autentik, bahan berkualitas, dan resep yang terus dijaga menjadikan hidangan ini sebagai salah satu ikon kuliner yang layak dicoba saat berkunjung ke Sukabumi.

  • Penulis: ⁠Putri Indah Kirana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragedi Pantai Kapitol Cisolok: Dua Pelajar Anggota Drum Band Tewas Terseret Ombak

    Tragedi Pantai Kapitol Cisolok: Dua Pelajar Anggota Drum Band Tewas Terseret Ombak

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Rifa Firyal Zhahara
    • 0Komentar

    sukabumi24jam.com, Sukabumi–Acara liburan rombongan Drum Band Granada Kadudampit berubah menjadi duka mendalam pada Sabtu (18/7/2026) sore. Dua pelajar perempuan meninggal dunia secara tragis akibat terseret ombak besar saat berenang di Pantai Kapitol, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Pihak berwenang mengidentifikasi kedua korban tewas bernama Wafa (13), siswi kelas VIII SMP Alhidayah asal Kecamatan Kadudampit. […]

  • Sagon Bakar Sukabumi Hadirkan Cita Rasa Tradisional

    Sagon Bakar Sukabumi Hadirkan Cita Rasa Tradisional

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle ⁠Putri Indah Kirana
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com – Sagon Bakar Sukabumi menjadi salah satu camilan tradisional yang masih diminati masyarakat. Perpaduan kelapa parut, tepung ketan, dan gula menghasilkan rasa gurih sekaligus manis yang khas. Banyak wisatawan membeli camilan ini sebagai teman perjalanan maupun oleh-oleh. Pelaku UMKM terus mempertahankan resep tradisional agar kualitas rasa tetap konsisten. Mereka juga menghadirkan kemasan yang praktis […]

  • Fariz RM jalani pemeriksaan kasus hak cipta lagu Di Antara Kata di Polda Metro Jaya

    Fariz RM Lanjutkan Kasus Hak Cipta Lagu Di Antara Kata, Tolak Penyelesaian Damai

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Novita Berliana
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com, Jakarta – Kasus hak cipta Fariz RM kembali menjadi perhatian publik setelah musisi senior tersebut menegaskan pilihannya untuk melanjutkan proses hukum terkait dugaan pelanggaran hak cipta lagu Di Antara Kata. Fariz RM menolak penyelesaian damai dengan Syahravi karena menilai jalur hukum menjadi langkah yang tepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Fariz RM menyampaikan sikap itu […]

  • 164 Ribu Warga Kabupaten Sukabumi Dinonaktifkan dari BPJS Kesehatan PBI, Pemda Turun Tangan Menangani Dampaknya

    164 Ribu Warga Kabupaten Sukabumi Dinonaktifkan dari BPJS Kesehatan PBI, Pemda Turun Tangan Menangani Dampaknya

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Novita Berliana
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam, Sukabumi – Sebanyak 164 ribu warga Kabupaten Sukabumi kehilangan status aktif kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada awal 2026. Akibatnya, ribuan warga tidak lagi bisa menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk mengakses layanan kesehatan gratis di berbagai fasilitas kesehatan. Kementerian Sosial Republik Indonesia melakukan validasi dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial […]

  • KIP Kuliah Tetap Berjalan Meski Desil Berubah, Ini Penjelasan Kemendikti Saintek

    KIP Kuliah Tetap Berjalan Meski Desil Berubah, Ini Penjelasan Kemendikti Saintek

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam, – Mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tidak perlu panik ketika status desil pada data kesejahteraan mereka berubah. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menegaskan bahwa perubahan desil tidak serta-merta menghentikan bantuan KIP Kuliah. Klarifikasi tersebut disampaikan PPAPT Kemendikti Saintek melalui akun resminya untuk menjawab kekhawatiran mahasiswa penerima KIP Kuliah. Mahasiswa […]

  • Awal Ramadhan 2026 Ditetapkan 19 Februari

    Awal Ramadhan 2026 Ditetapkan 19 Februari

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Novita Berliana
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam.com, Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan keputusan tersebut usai sidang isbat yang berlangsung pada Selasa malam di Jakarta. “Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin Umar […]

expand_less