Kemacetan di Palabuhanratu Viral di Media Sosial, Wisatawan Terjebak Berjam-jam
- account_circle Nazwa Pharida
- calendar_month 4 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

wisatawan terjebak macet (foto: Liputan6.com/Fira Syahrin)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24jam, Sukabumi – Kemacetan parah melanda kawasan Palabuhanratu pada momen libur Lebaran 2026. Lonjakan kendaraan menuju jalur wisata memicu antrean panjang hingga peristiwa tersebut viral di media sosial.
Video yang beredar di medsos memperlihatkan arus lalu lintas tersendat. Kendaraan hanya bergerak perlahan, sementara antrean tampak mengular hingga memenuhi badan jalan dari arah menuju kawasan pantai maupun sebaliknya.
Sejumlah sumber dan rekaman yang beredar menunjukkan bahwa kemacetan mulai terjadi sejak Minggu (22/3) hingga Selasa (24/3). Para wisatawan yang memadati kawasan pantai meningkatkan volume kendaraan secara signifikan sehingga memicu kepadatan lalu lintas.
Petugas dan pengguna jalan melaporkan kemacetan di sejumlah titik jalur utama menuju Palabuhanratu, termasuk kawasan Cikidang dan Simpang Bagbagan. Kepadatan di titik tersebut membuat kendaraan sempat tidak bergerak sama sekali.
Kondisi jalan yang relatif sempit dan berkelok turut memperparah kemacetan. Kendaraan dari berbagai arah harus melaju secara bergantian sehingga memperlambat arus lalu lintas dan memperpanjang antrean.
Kemacetan ini melibatkan ribuan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang didominasi oleh wisatawan. Akibatnya, para pengendara harus menempuh perjalanan jauh lebih lama dari biasanya.
Situasi tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial mengeluhkan kondisi lalu lintas yang semakin parah saat musim liburan.“Saya berangkat pukul 10.00 dan sampai sekitar pukul 14.30. Saat pulang, saya berangkat pukul 18.00 dan baru sampai kembali sekitar pukul 03.00 dini hari,” tulis seorang warganet.
Hingga saat ini, pihak terkait masih berupaya mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah titik. Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas saat melintasi jalur menuju kawasan wisata tersebut.Peristiwa ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan perlu diimbangi dengan pengelolaan lalu lintas yang lebih optimal. Pihak terkait perlu mengantisipasi lonjakan kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan yang merugikan banyak pihak.
- Penulis: Nazwa Pharida
- Editor: Rifa Firyal Zhahara

Saat ini belum ada komentar