Konflik Timur Tengah Memanas, Militer AS Alami Korban Jiwa
- account_circle Putri Indah Kirana
- calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dok google Unsplash
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam, Timur Tengah – Iran meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah pada Minggu (2/3/2026). Dalam serangan itu, tiga anggota tentara AS tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka.
Iran menembakkan rudal dan mengerahkan drone untuk menyerang instalasi militer Amerika di kawasan tersebut. Petugas medis kini merawat lima prajurit yang terluka di fasilitas kesehatan militer terdekat.
Militer AS menyebut serangan ini sebagai respons langsung Iran atas operasi militer gabungan AS dan Israel yang sebelumnya menargetkan sejumlah fasilitas strategis. Operasi tersebut memicu peningkatan ketegangan di kawasan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa Amerika tidak akan tinggal diam menghadapi serangan tersebut.
“Saya sekali lagi mendesak Garda Revolusi, militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata dan menerima kekebalan penuh atau menghadapi kematian yang pasti,” kata Trump dalam pidato video dari rumahnya di Florida, dilansir AFP, Senin (2/2/2026).
“Itu akan menjadi kematian yang pasti. Itu tidak akan menyenangkan,” lanjutnya.
Sementara itu, pejabat Iran menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan bela diri. Mereka menilai operasi militer AS sebelumnya telah melanggar kedaulatan Iran.
Ketegangan terbaru ini memicu kekhawatiran dunia internasional. Sejumlah negara meminta semua pihak menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi. Para pengamat hubungan internasional menilai situasi ini berpotensi memperburuk stabilitas keamanan kawasan serta memengaruhi perekonomian global.
- Penulis: Putri Indah Kirana

Saat ini belum ada komentar