Mahasiswa Penerima KIP Kuliah Temukan Celah Keamanan Claude AI, Raih Pengakuan Internasional
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Muhammad Arga Reksapati, mahasiswa Universitas Teknologi Bandung (UTB) sekaligus penerima KIP Kuliah, menerima apresiasi dari Anthropic setelah menemukan celah keamanan pada sistem Claude AI.Cr : Kompas.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Mahasiswa Indonesia kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Muhammad Arga Reksapati, mahasiswa Universitas Teknologi Bandung (UTB) sekaligus penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, berhasil menemukan celah keamanan pada sistem kecerdasan buatan Claude AI milik perusahaan teknologi Anthropic.
Prestasi tersebut membuktikan kemampuan mahasiswa Indonesia dalam bidang keamanan siber. Arga juga mengaku program KIP Kuliah membantunya fokus belajar dan mengembangkan kemampuan tanpa harus terbebani biaya pendidikan.
“KIP Kuliah memberikan kesempatan bagi saya untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan lebih fokus mengembangkan kemampuan tanpa terlalu terbebani biaya pendidikan,” ujar Arga, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Berawal dari Rasa Ingin Tahu
Arga mulai mempelajari keamanan siber dan kecerdasan buatan karena rasa ingin tahunya terhadap cara kerja sistem AI. Ia kemudian melakukan riset secara mandiri hingga menemukan indikasi celah keamanan pada Claude AI.
Setelah itu, Arga menguji temuannya beberapa kali. Ia memastikan celah tersebut benar-benar dapat muncul kembali dan berpotensi memengaruhi keamanan sistem.
Selanjutnya, Arga menyusun laporan teknis melalui platform HackerOne. Platform tersebut menjadi saluran resmi bagi peneliti keamanan untuk melaporkan temuan kepada Anthropic. Tim keamanan Anthropic segera meninjau laporan tersebut lalu memberikan tingkat keparahan High dengan skor 7,7.
Anthropic Berikan Penghargaan
Anthropic memberikan penghargaan kepada Arga melalui program bug bounty senilai USD 3.700 atau sekitar Rp66 juta. Perusahaan tersebut memberikan apresiasi karena Arga membantu meningkatkan keamanan sistem Claude AI.
Rektor Universitas Teknologi Bandung, Muchammad Naseer, juga menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Arga menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Ia berharap pencapaian itu membuka peluang bagi Arga untuk melanjutkan pendidikan di universitas terbaik dunia.
Jadi Inspirasi bagi Mahasiswa Indonesia
Sebelum menemukan celah keamanan pada Claude AI, Arga lebih dulu melaporkan sejumlah kerentanan pada proyek open source curl/libcurl. Basis data Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) dan National Vulnerability Database (NVD) mencatat temuannya. Selain itu, pengelola curl juga mencantumkan nama Arga dalam security advisory resmi mereka.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa semangat belajar dan kerja keras dapat membawa mahasiswa Indonesia meraih pengakuan internasional. Arga juga membuktikan bahwa program KIP Kuliah mampu membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar