Seni Merayu Tuhan Tayang di Bioskop, Angkat Kisah Penyesalan dan Perjalanan Spiritual
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cr : Medcom.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Film drama Indonesia Seni Merayu Tuhan siap menyapa penonton di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Film produksi Wahana Kreator ini mengangkat kisah perjalanan spiritual seorang anak muda setelah kehilangan sang ibu.
Film ini mengadaptasi buku berjudul sama karya pendakwah dan penulis Habib Husein Ja’far Al-Hadar. Cesa David Luckmansyah menyutradarai film tersebut. Sementara itu, jajaran pemainnya menghadirkan Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Onadio Leonardo, Arie Kriting, dan Habib Ja’far.
Kisah Hikmah Setelah Kehilangan Sang Ibu
Cerita berpusat pada Hikmah, seorang pemuda yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk kehidupan pribadinya. Ia sering mengabaikan keluarga, termasuk pesan dan perhatian dari sang ibu.
Namun, kehidupan Hikmah berubah setelah sang ibu meninggal dunia. Peristiwa tersebut membuatnya merasa menyesal. Ia kemudian mulai mempertanyakan kembali arah kehidupannya.
Setelah itu, Hikmah berusaha memahami makna keikhlasan dan keimanan. Ia juga mencari ketenangan setelah kehilangan sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.
Perjalanan tersebut membuat Hikmah melihat kembali hubungan dengan keluarga. Selain itu, ia mulai memahami berbagai hal yang sebelumnya sering ia abaikan.
Persahabatan dan Cinta Beda Agama
Hikmah tidak menjalani perjalanan tersebut seorang diri. Dalam prosesnya, ia mendapat dukungan dari Hotib, sahabat masa kecilnya yang diperankan Teuku Ryzki.
Selain persahabatan, Hikmah juga menjalin hubungan dengan Sophia yang diperankan Lutesha. Keduanya memiliki latar belakang agama yang berbeda.
Karena itu, film ini tidak hanya mengangkat hubungan antara anak dan orang tua. Ceritanya juga membahas persahabatan, cinta, kehilangan, dan pencarian makna hidup.
Melalui hubungan tersebut, penonton dapat mengikuti berbagai konflik yang muncul dalam kehidupan Hikmah. Di sisi lain, cerita tetap membawa unsur refleksi tentang keyakinan dan pilihan hidup.
Adaptasi Buku Habib Ja’far ke Layar Lebar
Seni Merayu Tuhan membawa gagasan dari buku karya Habib Ja’far ke layar lebar. Perpusnas menilai karya tersebut menunjukkan bagaimana literasi dapat berkembang menjadi karya kreatif dalam industri perfilman.
Habib Ja’far juga ikut mengembangkan film sejak tahap awal. Ia terlibat dalam proses penulisan skenario untuk menjaga pesan dan nilai dari bukunya tetap hadir dalam cerita.
Selain itu, keterlibatan tersebut membantu film mempertahankan gagasan utama yang terdapat dalam buku. Dengan begitu, penonton dapat menikmati cerita sekaligus menemukan pesan reflektif di dalamnya.
Tayang di Bioskop Indonesia
Dengan memadukan drama keluarga, perjalanan spiritual, persahabatan, dan pencarian makna hidup, Seni Merayu Tuhan menawarkan cerita yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Pada akhirnya, film ini mengajak penonton melihat bagaimana sebuah kehilangan dapat mendorong seseorang melakukan introspeksi. Hikmah pun mulai menemukan kembali arah hidupnya setelah menghadapi berbagai pengalaman.
Film Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 13 Agustus 2026. Bagi penonton yang menyukai drama dengan sentuhan spiritual dan kisah reflektif, film ini dapat menjadi salah satu pilihan tontonan pada Agustus 2026.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar