Kemendikdasmen Alokasikan Rp1,2 Triliun Revitalisasi Sekolah di NTT
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cr : TVRI News
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen menghadirkan fasilitas belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1,2 triliun pada tahun 2026 untuk merevitalisasi 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, langkah ini melanjutkan program perbaikan fasilitas yang telah berjalan sejak 2025 dengan anggaran lebih dari Rp600 miliar untuk 580 sekolah. Oleh karena itu, pemerintah memastikan perbaikan sarana fisik dan digitalisasi sekolah berjalan secara berdampingan.
Salah satu sekolah yang menjadi sasaran perhatian adalah SDN Mboeng. Saat ini, sekolah tersebut melayani 84 murid dengan 6 rombongan belajar dan 10 tenaga pendidik. Namun, dari 5 ruang bangunan permanen yang ada, 2 ruang kelas mengalami rusak berat. Akibatnya, pihak sekolah masih menggunakan 4 ruang kelas darurat hasil swadaya orang tua murid demi memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar.
Digitalisasi dan Peningkatan Akses Listrik Sekolah
Selain perbaikan gedung fisik, Kemendikdasmen mendukung program digitalisasi pembelajaran melalui alokasi anggaran lebih dari Rp297 miliar di NTT. Sebanyak 8.985 satuan pendidikan telah menerima bantuan digitalisasi pada tahun 2025. Selanjutnya, SDN Mboeng juga menerima perangkat Papan Interaktif Digital (PID) berdasarkan data Dapodik yang mencatat ketersediaan sumber listrik sekolah.
Meskipun demikian, pemerintah menegaskan bahwa program digitalisasi tidak pernah menggantikan revitalisasi fisik sekolah. Pihak kementerian terus menindaklanjuti kebutuhan perbaikan listrik serta sarana kelas agar penggunaan PID berjalan lebih optimal. Dengan demikian, para siswa dapat menikmati fasilitas modern secara aman dan nyaman tanpa kendala teknis.
Komitmen Pendidikan Bermutu untuk Seluruh Anak Bangsa
Kemendikdasmen mengapresiasi perhatian masyarakat yang turut mengawasi kondisi fasilitas pendidikan di daerah. Masukan dari publik menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk terus memperbaiki layanan pendidikan nasional. Di samping itu, pemerataan akses sekolah yang layak menjadi prioritas utama pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Melalui sinergi revitalisasi bangunan dan digitalisasi, pemerintah optimistis kualitas belajar siswa di wilayah pelosok akan makin meningkat. Pada akhirnya, program berkelanjutan ini hadir untuk mewujudkan pendidikan bermutu yang merata bagi seluruh anak Indonesia.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar