Tragedi Pantai Kapitol Cisolok: Dua Pelajar Anggota Drum Band Tewas Terseret Ombak
- account_circle Rifa Firyal Zhahara
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
sukabumi24jam.com, Sukabumi–Acara liburan rombongan Drum Band Granada Kadudampit berubah menjadi duka mendalam pada Sabtu (18/7/2026) sore. Dua pelajar perempuan meninggal dunia secara tragis akibat terseret ombak besar saat berenang di Pantai Kapitol, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Pihak berwenang mengidentifikasi kedua korban tewas bernama Wafa (13), siswi kelas VIII SMP Alhidayah asal Kecamatan Kadudampit. Korban kedua adalah Kania Meisya Cahyani (15), siswi kelas X SMKN 1 Gunungguruh asal Kecamatan Cisaat.
Peristiwa maut ini bermula saat rombongan yang berjumlah sekitar 60 orang tersebut tiba di Pantai Kobeng sekitar pukul 15.00 WIB untuk berwisata. Sebanyak enam remaja kemudian memilih memisahkan diri dan berjalan kaki menuju Pantai Kapitol sekitar pukul 15.10 WIB.
Ombak Besar Datang Tiba-Tiba Saat Berenang
Sesampainya di lokasi, tiga remaja pria bermain air di area barat, sedangkan Wafa, Kania, dan rekan mereka, Yuri Saparina (15), bermain pasir di tepi pantai. Petaka muncul saat ketiga remaja perempuan ini memutuskan untuk berenang ke area laut.
Gelombang laut pasang yang sangat besar mendadak datang secara tiba-tiba dan langsung menggulung tubuh Wafa serta Kania. Arus laut yang kuat menyeret tubuh kedua korban ke arah timur menuju ke area batu karang yang tajam.
“Saat sedang bermain pasir dan berenang, tiba-tiba datang ombak besar yang menyeret korban ke arah timur menuju batu karang,” ungkap Kapolsek Cisolok, AKP Bayu Saeful Bahari, saat memberikan keterangan pada Minggu (19/7/2026).
Aksi Heroik Korban Selamat Terhempas ke Pantai
Yuri Saparina awalnya mengira kedua temannya hanya sedang bercanda di dalam air. Begitu menyadari kedua rekannya mulai tenggelam dan menghilang dari permukaan air, ia langsung berupaya memberikan pertolongan.
Nahas, Yuri justru ikut terseret oleh pusaran arus laut yang ganas tersebut. Beruntung, hempasan ombak besar berikutnya mendorong tubuh Yuri kembali ke arah daratan hingga mencapai bibir pantai.
Teriakan minta tolong dari Yuri langsung mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian bergegas melapor ke pihak kepolisian. Petaka laka laut ini memicu respons cepat dari aparat Polsek Cisolok dan Satpolairud Polres Sukabumi yang segera mengerahkan personel ke lokasi.
“Personel Polsek Cisolok langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Bersama warga kami melakukan pencarian hingga kedua korban berhasil ditemukan,” kata AKP Bayu menjelaskan proses evakuasi.
Tim Medis Nyatakan Kedua Korban Meninggal Dunia
Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, menambahkan bahwa tim gabungan bersama warga menemukan tubuh Wafa sekitar pukul 15.50 WIB. Hanya berselang tiga menit kemudian, petugas juga berhasil menemukan tubuh Kania di perairan sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
“Kedua korban selanjutnya dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk dilakukan pemeriksaan medis dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar AKP Dadi menerangkan nasib akhir kedua korban.
Pihak kepolisian mengimbau para wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan penuh saat berekreasi di kawasan pesisir pantai selatan Sukabumi. Karakter ombak pantai selatan terkenal memiliki arus bawah laut yang sangat kuat dan bisa berubah sewaktu-waktu. Petugas meminta seluruh pengunjung untuk selalu mematuhi rambu peringatan dan larangan berenang di titik rawan demi keselamatan bersama.
- Penulis: Rifa Firyal Zhahara

Saat ini belum ada komentar