Bandros Sukabumi Jadi Camilan Tradisional yang Tetap Digemari
- account_circle Putri Indah Kirana
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24jam.com – Bandros menjadi salah satu camilan tradisional yang masih digemari masyarakat Sukabumi. Kue berbahan dasar tepung beras dan santan ini memiliki aroma harum, tekstur lembut di bagian dalam, serta bagian luar yang sedikit renyah.
Banyak warga memilih bandros sebagai teman minum teh atau kopi pada pagi maupun sore hari. Selain memiliki rasa gurih, camilan ini juga mudah ditemukan di berbagai pusat jajanan tradisional.
Bandros Menawarkan Cita Rasa yang Khas
Para penjual membuat bandros menggunakan adonan segar setiap hari. Mereka memanggang adonan hingga matang sehingga menghasilkan aroma yang menggugah selera.
Beberapa penjual menambahkan taburan kelapa parut atau gula sebagai pelengkap. Variasi tersebut membuat pembeli memiliki lebih banyak pilihan sesuai selera.
Pedagang Menjaga Kualitas Bandros
Pedagang memilih bahan baku yang berkualitas agar rasa tetap konsisten. Mereka juga mempertahankan cara memasak tradisional untuk menjaga cita rasa khas bandros.
Selain menjaga kualitas makanan, para pedagang memberikan pelayanan yang ramah kepada pelanggan. Sikap tersebut membuat banyak pembeli kembali menikmati camilan tradisional ini.
Bandros Menjadi Bagian dari Wisata Kuliner Sukabumi
Wisatawan tidak hanya mencari tempat wisata saat datang ke Sukabumi. Banyak pengunjung juga ingin menikmati makanan khas yang menjadi bagian dari budaya daerah.
Bandros memberikan pengalaman kuliner yang sederhana, tetapi berkesan. Kehadiran camilan tradisional ini ikut memperkaya pilihan wisata kuliner sekaligus membantu pelaku usaha lokal mempertahankan usahanya.
Cita rasa yang khas, bahan sederhana, dan proses pembuatan tradisional membuat bandros tetap menjadi camilan favorit masyarakat. Kuliner ini juga memperkenalkan kekayaan rasa khas Sukabumi kepada wisatawan dari berbagai daerah.
- Penulis: Putri Indah Kirana

Saat ini belum ada komentar