Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Masyarakat Mulai Hitung Ulang Pengeluaran
- account_circle Ayunita Triany
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

cr : inilahkoran.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
sukabumi24jam, Sukabumi — PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai 10 Juni 2026 sebagai bagian dari evaluasi berkala perusahaan. Pertamina kini menetapkan harga baru Pertamax sebesar Rp16.250 per liter, naik signifikan dari harga sebelumnya yang sebesar Rp12.300 per liter dengan selisih mencapai Rp3.950 per liter.
Selain itu, harga Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Perusahaan memberlakukan penyesuaian harga tersebut di berbagai wilayah di Indonesia sesuai dengan ketentuan yang mereka tetapkan.
Pertamina mengambil langkah ini karena perkembangan harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memengaruhi biaya operasional. Sebagai BBM nonsubsidi, Pertamina menyesuaikan harga Pertamax secara berkala guna mengikuti mekanisme pasar.
Dampak Kenaikan terhadap Masyarakat
Dampak kenaikan ini langsung terasa pada biaya transportasi masyarakat, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi. Banyak pengendara kini harus menghitung kembali anggaran bulanan mereka agar pengeluaran tetap terjaga.
Sebagian masyarakat mulai melakukan langkah penghematan, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan melakukan servis rutin. Pengguna kendaraan juga berupaya mengatur jadwal perjalanan agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Kebijakan Harga BBM Subsidi
Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil untuk menjaga daya beli masyarakat. Harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar subsidi di harga Rp6.800 per liter.
Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi ini mendapat respons positif dari warga. Banyak masyarakat berharap stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus terjaga meski harga BBM nonsubsidi sedang naik.
Pengamat ekonomi menilai kenaikan Pertamax tidak akan memicu tekanan inflasi sebesar kenaikan BBM subsidi. Meskipun demikian, masyarakat kelas menengah tetap diimbau untuk mengatur pengeluaran secara lebih bijak.
- Penulis: Ayunita Triany
- Editor: Rifa Firyal Zhahara

Saat ini belum ada komentar