Ojol Tewas Dilindas Mobil Rantis Brimob di Tengah Kericuhan Demo, Kapolri Minta Maaf
- account_circle Sismia Wandi
- calendar_month Senin, 23 Feb 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dok. Instagram @xgxgx
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam, Jakarta – Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan insiden tragis seorang pengendara ojek online (ojol) yang dilindas mobil rantis Brimob di tengah kericuhan demonstrasi di Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Demonstrasi tersebut dilakukan massa yang menolak tunjangan bagi anggota DPR.
Korban, Affan Kurniawan (21), warga Palmerah, Jakarta Barat, diketahui bukan peserta aksi. Temannya, Hafiz (40), menegaskan Affan saat itu tengah bekerja mengantar pesanan GoFood. “Saat itu (Affan) enggak ikut demo, lagi nganter orderan GoFood. Itu dia lagi nyebrang, nah mobil barakuda (Rantis Brimob) ngebut, jadi kelindas di situ,” kata Hafiz kepada wartawan saat ditemui di rumah duka kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).
Saksi mata, Abdul (29), menuturkan kejadian terjadi sekitar pukul 18.30–19.00 WIB, tepat setelah aparat berusaha membubarkan massa demonstran di sekitar Gedung DPR RI. Affan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong.
Menanggapi insiden ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban dan bertemu dengan mereka di rumah duka.
Ia menyampaikan penyesalannya atas insiden tragis tersebut dan meminta maaf sebesar-besarnya. “Saya benar-benar menyesal atas peristiwa ini dan menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada keluarga korban,” kata Sigit.
Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, memastikan tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya, yakni Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J, telah diamankan. Mereka kini menjalani pemeriksaan internal oleh Divisi Propam Mabes Polri serta Propam Mako Brimob terkait insiden tersebut.
Sementara itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan akan mengawal proses kasus ini secara transparan. Kapolri juga menegaskan evaluasi internal akan terus dilakukan di tubuh Polri agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
- Penulis: Sismia Wandi

Saat ini belum ada komentar