Mahasiswa Unimus Bagikan Kisah Inovasi Lewat Program PPK Ormawa Kemdiktisaintek
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Generate AI (Gemini)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Reffi Naufal Setiawan, membagikan kisah inspiratifnya dalam menghadirkan inovasi bagi masyarakat melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Program ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga mampu menciptakan solusi bagi masyarakat.
Reffi menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Unimus. Bersama timnya, ia mengembangkan Sekolah Perempuan Plus di Desa Kandangrejo, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Berdayakan Perempuan Lewat Pelatihan
Sekolah Perempuan Plus memasuki tahun kedua pada 2025. Tim memilih pelatihan tata rias dan pengolahan bawang merah karena kedua bidang tersebut sesuai dengan potensi ekonomi desa. Masyarakat mengenal Desa Kandangrejo sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Kabupaten Grobogan.
Selain mengajarkan keterampilan, tim juga memberikan pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, dan pengelolaan usaha. Pelatihan tersebut membekali peserta dengan kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
48 Peserta Menuntaskan Pelatihan
Tim PPK Ormawa melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan sepanjang 2025. Setelah itu, tim menggelar Wisuda Sekolah Perempuan Plus pada 1 November 2025. Sebanyak 48 dari 56 peserta berhasil menuntaskan seluruh pelatihan yang tim rancang.
Dalam acara tersebut, Reffi menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni. Menurutnya, kegiatan itu menjadi simbol keberhasilan para peserta setelah menjalani proses belajar dan pelatihan.
“Wisuda ini bukan sekadar seremonial, tetapi simbol keberhasilan ibu-ibu Desa Kandangrejo dalam menempuh proses belajar, berlatih, dan bertransformasi menjadi perempuan tangguh yang siap berdaya secara ekonomi dan sosial,” ujar Reffi.
Dukung Program Diktisaintek Berdampak
Program Reffi dan tim selaras dengan semangat Diktisaintek Berdampak. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggagas program tersebut untuk mendorong mahasiswa menghadirkan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui program ini, Reffi dan tim membuktikan bahwa mahasiswa mampu menjadi agen perubahan. Masyarakat juga bisa menyaksikan kisah lengkap mereka melalui kanal YouTube resmi Kemdiktisaintek yang menampilkan berbagai inovasi dan inspirasi mahasiswa Indonesia.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar