Mendikdasmen Dorong Budaya Sekolah ASRI untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cr ; Semarak.co
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional melalui penerapan budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ia menyampaikan komitmen tersebut saat mengunjungi Sekolah Santo Fransiskus, Jakarta, pada Rabu (15/7). Kunjungan itu bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).
MPLS Menjadi Awal Pembentukan Budaya Sekolah
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa MPLS bukan sekadar ajang perkenalan bagi peserta didik baru. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun lingkungan belajar yang ramah, aman, nyaman, dan menghargai keberagaman. Menurutnya, hari pertama sekolah harus menjadi pengalaman yang menyenangkan. Dengan begitu, setiap siswa dapat memulai proses belajar dengan semangat dan rasa percaya diri.
“Saya merasa sangat berbahagia melihat keceriaan anak-anak yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kali saya bertemu anak-anak, saya melihat harapan bangsa ada pada mereka,” ujar Abdul Mu’ti.
Permendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman
Untuk memperkuat budaya sekolah yang aman dan nyaman, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Melalui regulasi tersebut, pemerintah memberikan pedoman bagi satuan pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang menjunjung tinggi penghormatan, ketulusan, dan saling memuliakan antarsesama warga sekolah.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa budaya sekolah yang positif menjadi fondasi penting bagi pendidikan berkualitas. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman membantu peserta didik berkembang secara optimal. Tidak hanya itu, perkembangan tersebut mencakup aspek akademik sekaligus pembentukan karakter.
Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu
Selain memperkuat regulasi, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya kolaborasi melalui pendekatan Partisipasi Semesta. Menurutnya, pemerintah tidak dapat mewujudkan pendidikan bermutu seorang diri. Oleh karena itu, dukungan dari orang tua, masyarakat, dunia usaha, media, dan sekolah swasta sebagai mitra strategis sangat diperlukan.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat, dari semua pihak. Karena itu visi Pendidikan Bermutu untuk Semua kami wujudkan dengan Partisipasi Semesta,” tegasnya.
Sekolah dan Orang Tua Perkuat Kolaborasi
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Santo Fransiskus, Romo Vinsensius Darmnin Mbula, menyampaikan bahwa sekolahnya berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang inklusif. Sekolah menerima peserta didik tanpa membedakan latar belakang. Sementara itu, ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah dan orang tua. Kolaborasi tersebut mencakup pendampingan penggunaan gawai secara bijak agar mendukung proses belajar anak.
Pada akhirnya, Kemendikdasmen berharap budaya sekolah ASRI mampu memperkuat ekosistem pendidikan nasional. Dengan demikian, seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan berkarakter. Langkah tersebut sekaligus mendukung tercapainya visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar