Wamendiktisaintek Dorong Kolaborasi Bangun Ekosistem Riset Hidrogen Indonesia
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Generate AI (Gemini)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan lembaga riset untuk membangun ekosistem riset hidrogen di Indonesia. Stella Christie menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Global Hydrogen Ecosystem 2026 pada Selasa (28/7/2026).
Melalui unggahan resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Stella Christie menjelaskan bahwa pengembangan riset hidrogen menjadi langkah strategis untuk mempercepat inovasi energi bersih. Selain itu, langkah tersebut juga mampu memperkuat daya saing riset nasional.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Riset
Wamendiktisaintek menilai pengembangan teknologi hidrogen memerlukan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, perguruan tinggi perlu menjalin sinergi dengan sektor industri, pemerintah, dan lembaga penelitian. Kolaborasi tersebut akan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, kerja sama lintas sektor dapat mempercepat lahirnya teknologi baru untuk mendukung pemanfaatan energi hidrogen. Kolaborasi ini juga memperkuat kapasitas riset nasional melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, dan pemanfaatan fasilitas penelitian secara bersama.
Percepat Transisi Energi Bersih
Stella Christie menjelaskan bahwa hidrogen memiliki potensi besar sebagai sumber energi ramah lingkungan. Oleh sebab itu, Indonesia perlu meningkatkan riset dan inovasi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi energi bersih di tingkat global.
Kemdiktisaintek juga mendorong sinergi antara perguruan tinggi dan sektor energi. Dengan begitu, Indonesia dapat mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan. Langkah ini sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon dan pembangunan berkelanjutan.
Perguruan Tinggi Perkuat Inovasi Nasional
Melalui forum Global Hydrogen Ecosystem 2026, Kemdiktisaintek kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas. Namun, perguruan tinggi juga mengembangkan teknologi yang mampu menjawab tantangan energi di masa depan.
Pada akhirnya, kolaborasi yang kuat akan mendorong Indonesia membangun ekosistem riset hidrogen yang berdaya saing global. Sinergi tersebut juga membuka peluang lahirnya inovasi baru, memperkuat kemandirian energi nasional, serta mempercepat transformasi menuju masa depan yang lebih hijau.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar