BMKG: Musim Kemarau Melanda 96 Persen Jawa Barat, Waspada Kekeringan Meteorologis
- account_circle Rifa Firyal Zhahara
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi (foto: AI-Generated)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
sukabumi24jam.com, Sukabumi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa musim kemarau telah memasuki 96 persen wilayah Jawa Barat. Berdasarkan analisis iklim global terkini, fenomena El Nino memicu pengurangan curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah tersebut.
BMKG memperkirakan wilayah tengah Jawa Barat berpotensi kuat mengalami bencana kekeringan meteorologis pada kurun waktu 1 hingga 10 Juli 2026. Wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Bandung Barat, serta Cimahi masuk dalam kategori waspada.
Potensi kekeringan ini juga mengancam sejumlah daerah lain seperti Cianjur, Kabupaten Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kota Bekasi, Majalengka, Purwakarta, Subang, dan Sumedang. BMKG bahkan memprediksi daerah Losari di Kabupaten Cirebon akan menghadapi hari tanpa hujan sangat panjang hingga lebih dari satu bulan.
Fenomena El Nino Pangkas Pasokan Curah Hujan
Prakirawan cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Asri Rachmawati, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer global saat ini kurang mendukung pertumbuhan awan hujan. Alhasil, volume air hujan di sebagian besar wilayah mengalami penurunan drastis.
”Secara umum curah hujan di Jawa Barat cenderung menurun,” kata Asri dalam keterangan tertulisnya secara resmi.
Meskipun kemarau mencengkeram sebagian besar wilayah, pasokan uap air dari suhu muka laut yang relatif hangat masih memicu labilitas atmosfer. Dinamika ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang tetap mendatangkan hujan lokal berdurasi singkat.
Bogor dan Sukabumi Tetap Berpotensi Hujan Lokal
Warga di wilayah Bogor, Sukabumi, dan sejumlah daerah di selatan Jawa Barat masih akan merasakan guyuran hujan ringan hingga sedang pada skala lokal. Hujan dengan durasi singkat ini umumnya terbentuk akibat faktor topografi lokal pada sore menjelang malam hari.
Potensi hujan lokal ini berpeluang membasahi sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Garut. Bahkan, wilayah Kabupaten Bogor berpotensi mengalami hujan sedang yang bersanding dengan petir dan angin kencang.
Data cuaca spesifik wilayah Sukabumi memprediksi cuaca cerah hingga berawan tebal sepanjang pekan. Kondisi ini mendominasi beberapa kecamatan seperti Palabuhanratu, Cisolok, Cibadak, dan Kota Sukabumi. Suhu udara setempat berkisar antara 15 hingga 31 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara mencapai angka 99 persen pada malam hari.s
- Penulis: Rifa Firyal Zhahara

Saat ini belum ada komentar