Kemdiktisaintek Dukung Program Motor Listrik Nasional, Perkuat Kolaborasi Kampus dan Industri
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cr : Nawacita.co
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung Program Motor Listrik Nasional (Molinas) sebagai upaya memperkuat kemandirian energi dan teknologi Indonesia. Program ini juga mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan riset yang dapat diterapkan langsung dalam industri.
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan ekosistem Molinas di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Bekasi. Melalui program tersebut, pemerintah ingin membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang melibatkan berbagai sektor.
Kampus Ikut Kembangkan Teknologi Kendaraan Listrik
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto hadir dalam peluncuran Molinas bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Menurut Brian, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan riset dan inovasi untuk menjawab kebutuhan industri. Karena itu, Kemdiktisaintek mendorong kampus memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan industri.
Perguruan tinggi tidak hanya mengembangkan penelitian untuk kepentingan akademik. Sebaliknya, para peneliti dapat membawa hasil riset menuju tahap pengembangan produk yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bangun Ekosistem Motor Listrik Nasional
Program Molinas tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan listrik. Pemerintah juga membangun ekosistem yang mencakup industri manufaktur, komponen, baterai, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan purnajual.
Selain itu, pemerintah mengembangkan sistem battery swapping, pembiayaan, dan distribusi. PT Len Industri mendapat tugas sebagai lead integrator untuk mengoordinasikan berbagai pihak dalam program tersebut.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin membangun industri kendaraan listrik yang lebih terintegrasi. Kolaborasi berbagai sektor juga dapat memperkuat rantai pasok kendaraan listrik di dalam negeri.
Dorong Riset Kampus untuk Transisi Energi
Keterlibatan perguruan tinggi sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat riset di bidang transisi energi. Berbagai inovasi kampus, termasuk kendaraan listrik karya ITS, dapat mendukung pengembangan teknologi kendaraan listrik nasional.
Selanjutnya, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi menyelaraskan penelitian dengan kebutuhan nasional. Kolaborasi kampus dan industri dapat mempercepat hilirisasi riset sekaligus membuka peluang bagi talenta muda Indonesia.
Program Molinas juga dapat menjadi katalis pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional. Dengan demikian, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat rantai pasok, mengembangkan teknologi dalam negeri, dan meningkatkan daya saing industri kendaraan listrik.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri, program ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan hasil riset secara lebih luas. Pada akhirnya, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya inovasi dan teknologi buatan Indonesia.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar