Pemerintah Salurkan 5,5 Juta Buku Bacaan, Warganet Soroti Kesejahteraan Guru Honorer
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cr : Rakyat Aceh
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Pemerintah terus memperkuat budaya literasi di Indonesia melalui penyaluran jutaan buku bacaan bermutu. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan 5.538.300 buku ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Berdasarkan unggahan resmi pemerintah pada Senin (4/8/2026), Kemendikdasmen mengirim buku ke 18.444 Sekolah Dasar (SD) dan 6.165 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah-sekolah tersebut berada di 510 kabupaten/kota yang tersebar di 38 provinsi.
Program ini mendukung penguatan literasi dan numerasi sebagai bagian dari Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto. Hingga 2026, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 42 juta buku bacaan kepada anak-anak Indonesia. Melalui program tersebut, pemerintah ingin menumbuhkan budaya membaca. Selain itu, pemerintah juga ingin membentuk generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Warganet Soroti Kesejahteraan Guru Honorer
Di tengah pelaksanaan program tersebut, sejumlah warganet menyampaikan aspirasi melalui kolom komentar unggahan resmi pemerintah. Mereka menyoroti kesejahteraan guru honorer yang dinilai masih memerlukan perhatian.
Salah satu akun mengaku belum menerima kenaikan maupun pencairan gaji honor, meski pemerintah sebelumnya menjanjikan kenaikan tersebut. Karena itu, akun tersebut meminta pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar kepada tenaga pendidik yang setiap hari mengajar di sekolah.
Selain itu, beberapa pengguna media sosial lain juga menyampaikan aspirasi serupa. Mereka berharap pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperhatikan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pembelajaran.
Kemendikdasmen Belum Beri Tanggapan Resmi
Hingga penulisan berita ini, Kemendikdasmen belum menanggapi komentar sejumlah guru honorer di media sosial secara resmi.
Sementara itu, pemerintah terus menjalankan program distribusi buku bacaan bermutu ke berbagai daerah. Ke depan, masyarakat berharap pemerintah memperluas akses literasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Dengan demikian, peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar