Pendidikan Karakter Tetap Penting di Tengah Kemajuan Teknologi
- account_circle Ina Haryani
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pendidikan Karakter Tetap Penting di Tengah Kemajuan Teknologi| Sumber: Generated AI (Gemini)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24jam.com – Perkembangan teknologi digital mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat memperoleh ilmu pengetahuan. Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pembelajaran daring, dan berbagai platform digital membuat akses informasi semakin mudah. Meski begitu, pendidikan karakter tetap menjadi fondasi utama untuk membentuk generasi yang cerdas sekaligus berintegritas.
Teknologi menghadirkan banyak peluang bagi dunia pendidikan. Siswa dapat memanfaatkan beragam sumber belajar secara mandiri. Guru juga lebih leluasa menyampaikan materi dengan cara yang kreatif dan interaktif. Namun, teknologi tidak mampu menggantikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, dan sikap saling menghargai.
Penggunaan teknologi digital juga memunculkan berbagai tantangan. Masyarakat harus menghadapi penyebaran informasi yang belum tentu benar, perundungan siber, dan penyalahgunaan teknologi. Karena itu, sekolah dan keluarga perlu membimbing peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Karakter Bekal Masa Depan
Pendidikan karakter tidak hanya membentuk perilaku positif di sekolah. Pendidikan ini juga mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja. Karakter yang kuat membantu seseorang beradaptasi dengan perubahan. Karakter juga mendorong kemampuan bekerja sama dan mengambil keputusan secara etis.
UNESCO menegaskan bahwa pendidikan abad ke-21 tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan digital. Pendidikan juga harus membangun karakter, menanamkan nilai kemanusiaan, dan mengembangkan kemampuan hidup berdampingan dalam masyarakat yang beragam.
Pemerintah Indonesia juga terus memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai kebijakan pembelajaran. Langkah tersebut bertujuan melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik. Selain itu, peserta didik diharapkan memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Kolaborasi Semua Pihak
Sekolah tidak dapat menjalankan pendidikan karakter sendirian. Orang tua berperan sebagai pendidik pertama yang memberikan teladan di rumah. Masyarakat juga perlu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya perilaku positif pada anak.
Guru memiliki peran penting sebagai fasilitator sekaligus teladan bagi peserta didik. Guru dapat memadukan teknologi dengan kegiatan diskusi, kerja sama, dan penyelesaian masalah. Cara ini membantu siswa menguasai teknologi sekaligus memahami etika dalam menggunakannya.
Kemajuan teknologi akan terus berlangsung. Karena itu, penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan pendidikan karakter. Kemampuan akademik memberikan bekal kompetensi. Sementara itu, karakter menjadi kompas moral yang mengarahkan setiap keputusan.
Sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter. Melalui kolaborasi tersebut, generasi muda Indonesia dapat menghadapi kemajuan teknologi dengan percaya diri. Mereka juga mampu menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
- Penulis: Ina Haryani

Saat ini belum ada komentar