Rumah Pendidikan Raih Juara Pertama WSIS Prizes 2026, Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Generate AI (Gemini)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Indonesia kembali mencatat prestasi di tingkat internasional melalui sektor pendidikan. Superaplikasi Rumah Pendidikan meraih Juara Pertama (Winner) pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 untuk kategori e-Government. Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan Indonesia dalam mendorong transformasi digital di bidang pendidikan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, menerima penghargaan tersebut di Jenewa, Swiss, pada Kamis (9/7). Suharti hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam acara yang digelar oleh International Telecommunication Union (ITU) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Prestasi Perdana Indonesia
Rumah Pendidikan mencatat sejarah sebagai inovasi pertama dari Indonesia yang meraih gelar juara sejak WSIS Prizes mulai berlangsung pada 2012. Dalam ajang tersebut, Rumah Pendidikan mengungguli 1.596 inovasi digital dari 122 negara.
Selain itu, Indonesia juga mencatat pencapaian melalui program Anugerah Bug Bounty yang berhasil masuk sebagai finalis pada kategori keamanan siber. Hasil tersebut menunjukkan semakin kuatnya inovasi digital Indonesia di tingkat global.
Perluas Akses Pendidikan Digital
Dalam sambutannya, Suharti menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi milik seluruh insan pendidikan Indonesia. Menurutnya, kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan mendorong pemerintah menghadirkan layanan digital agar setiap anak memperoleh akses pendidikan yang setara.
Saat ini, Rumah Pendidikan mengintegrasikan 66 layanan pendidikan, melayani lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, serta membantu lebih dari 104 ribu guru di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) meningkatkan kualitas pembelajaran.
Perkuat Digitalisasi Pendidikan
Abdul Mu’ti menilai penghargaan tersebut membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia terus berkembang. Menurutnya, teknologi tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Pemerintah juga menjadikan Rumah Pendidikan sebagai bagian dari program Digitalisasi Pembelajaran dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Melalui langkah tersebut, pemerintah terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi berbagai pihak.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar