Breaking News
light_mode
Beranda » Teknologi » Green Tech: Kontribusi Nyata untuk Bumi atau Sekadar Strategi Pemasaran?

Green Tech: Kontribusi Nyata untuk Bumi atau Sekadar Strategi Pemasaran?

  • account_circle Rifa Firyal Zhahara
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

sukabumi24jam.comKesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan memaksa raksasa teknologi mengubah strategi bisnis mereka. Kini, hampir semua produsen gawai global mengampanyekan gerakan ramah lingkungan (green tech).

Mereka menjual produk berbahan daur ulang dan menghapus kepala pengisi daya dari kotak kemasan. Mereka juga menjanjikan rantai pasok yang bebas emisi karbon melalui program green tech ini.

Namun, sebuah pertanyaan besar muncul di balik narasi penyelamatan bumi ini. Apakah langkah tersebut benar-benar membantu lingkungan, atau justru sekadar strategi pemasaran untuk memangkas biaya produksi (greenwashing)?

Kemasan Minimalis yang Menghemat Biaya

Tren paling mencolok dalam beberapa tahun terakhir adalah hilangnya kepala pengisi daya (charger) dan earphone dari kotak ponsel baru. Produsen mengklaim kebijakan green tech ini memperkecil ukuran kotak. Alhasil, mereka bisa menghemat energi transportasi dan mengurangi limbah elektronik.

Namun, para kritikus melihat motif lain di balik kebijakan ini. Lewat penghapusan aksesori tersebut, produsen otomatis memotong biaya produksi dan logistik mereka.

Di sisi lain, konsumen terpaksa membeli aksesori pendukung secara terpisah. Langkah ini justru menciptakan masalah baru, seperti tumpukan kemasan tambahan dan jejak karbon dari pengiriman sekunder.

Tantangan Daur Ulang dan Hak Memperbaiki

Penggunaan material daur ulang pada bodi gawai juga menuai sorotan. Langkah ini memang berdampak baik. Namun, pengembang biasanya hanya menggunakan sedikit komponen daur ulang daripada material baru.

Tantangan terbesar sebenarnya ada pada masa pakai gawai itu sendiri. Banyak produsen masih mempersulit proses perbaikan mandiri (right to repair).

Mereka merekatkan komponen secara permanen dan membatasi ketersediaan suku cadang resmi. Akhirnya, konsumen memilih membeli gawai baru daripada memperbaiki perangkat yang rusak. Kebiasaan ini terus menambah gunungan limbah elektronik (e-waste).

Menuntut Transparansi Nyata

Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan industri teknologi. Beberapa inisiatif hijau terbukti menurunkan emisi secara instan. Namun, konsumen modern harus lebih kritis menilai klaim ramah lingkungan tersebut.

Publik harus menuntut transparansi penuh dari para produsen agar terhindar dari jebakan greenwashing. Kontribusi nyata untuk bumi tidak hadir dari sekadar pemangkasan aksesori di dalam kotak gawai.

Produsen harus berkomitmen menciptakan produk yang tahan lama, mudah diperbaiki, serta menyediakan skema daur ulang yang bertanggung jawab.

  • Penulis: Rifa Firyal Zhahara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kendaraan Listrik Semakin Populer sebagai Solusi Transportasi Ramah Lingkungan

    Kendaraan Listrik Semakin Populer sebagai Solusi Transportasi Ramah Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam, Sukabumi – Perkembangan teknologi transportasi di era modern semakin pesat. Salah satunya terlihat dari meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Masyarakat kini mulai menggunakan mobil, motor, hingga sepeda listrik sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan. Kendaraan listrik menggunakan tenaga baterai sebagai sumber energi utama. Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), kendaraan ini tidak menghasilkan emisi gas […]

  • A Little White Lie Netflix: Drama Reuni Penuh Rahasia dan Romansa

    A Little White Lie Netflix: Drama Reuni Penuh Rahasia dan Romansa

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
    • 0Komentar

    Sukabumi24Jam – Netflix menghadirkan serial drama romantis Indonesia A Little White Lie, adaptasi dari novel populer karya Cassandra. Platform streaming tersebut mulai menayangkan serial ini pada 15 Juli 2026. Ceritanya mengangkat persahabatan, cinta, dan rahasia masa lalu yang terungkap dalam sebuah reuni sekolah. Unlimited Production bekerja sama dengan MAXSTREAM TV memproduksi serial ini. Jerome Kurnia, […]

  • Mahasiswa Dituntut Kuasai Data Analytics untuk Hadapi Dunia Kerja

    Mahasiswa Dituntut Kuasai Data Analytics untuk Hadapi Dunia Kerja

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Ina Haryani
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com – Kemampuan data analytics menjadi salah satu kompetensi yang paling dicari di berbagai sektor industri. Transformasi digital mendorong perusahaan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan akan tenaga kerja yang mampu mengolah, menganalisis, dan menerjemahkan data menjadi informasi yang bernilai. Karena itu, mahasiswa perlu membangun keterampilan analisis data sejak berada di […]

  • Curug Awang Jadi Destinasi Wisata Alam Favorit di Sukabumi

    Curug Awang Jadi Destinasi Wisata Alam Favorit di Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle ⁠Putri Indah Kirana
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com – Curug Awang menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik perhatian wisatawan di Kabupaten Sukabumi. Air terjun ini menawarkan pemandangan yang indah dengan aliran air yang lebar serta suasana yang masih alami. Banyak wisatawan memilih Curug Awang sebagai tujuan liburan karena lokasinya menyuguhkan udara yang sejuk. Selain itu, kawasan sekitar masih dipenuhi pepohonan hijau […]

  • Curug Cikanteh Sukabumi Hadirkan Pesona Alam Memukau

    Curug Cikanteh Sukabumi Hadirkan Pesona Alam Memukau

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle ⁠Putri Indah Kirana
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com – Curug Cikanteh Sukabumi menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik perhatian wisatawan di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi. Air terjun bertingkat ini menawarkan panorama yang asri dengan aliran air jernih serta pepohonan hijau yang mengelilingi kawasan wisata. Keindahan tersebut menjadikan Curug Cikanteh sebagai tujuan favorit bagi pencinta wisata alam. Banyak wisatawan datang […]

  • Aneka kuliner khas Sukabumi

    15 Rekomendasi Kuliner Sukabumi yang Wajib Kamu Coba

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Regi
    • 0Komentar

    Sukabumi24jam.com – Mencari rekomendasi kuliner Sukabumi yang autentik dan legendaris? Kota ini ternyata menyimpan jauh lebih banyak pilihan makanan enak dibanding yang terlihat di media sosial. Selain wisata alamnya yang indah, Sukabumi menyimpan jajanan tradisional berusia puluhan tahun, kuliner khas Sunda, tempat makan keluarga, hingga cafe kekinian yang ramai pengunjung setiap malam. Banyak wisatawan datang […]

expand_less