Kemdiktisaintek Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sains dan Teknologi
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Peninjauan lapangan antara Kemdiktisaintek dan Lanud Halim.Cr : Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nasional melalui riset dan inovasi. Kementerian menjajaki kolaborasi pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Pemerintah memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, modern, dan berkelanjutan. Selain itu, pemerintah mendorong perguruan tinggi agar menghasilkan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Menteri Brian Tinjau Fasilitas Pengolahan Sampah
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengunjungi fasilitas pengolahan sampah di Lanud Halim Perdanakusuma pada 22 Juni 2026. Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Ali Gusman, menyambut kunjungan tersebut sekaligus menjelaskan sistem pengelolaan TPST dan TPS3R yang telah berjalan di lingkungan pangkalan.
Fasilitas itu mampu mengolah hingga sekitar 100 ton sampah. Pengelola memanfaatkan teknologi untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kualitas proses pengolahan. Brian Yuliarto mengapresiasi inovasi tersebut karena mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Perguruan Tinggi Perkuat Inovasi
Kemdiktisaintek mengajak perguruan tinggi berperan aktif dalam mengembangkan teknologi pengelolaan sampah. Pemerintah juga mendorong dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan lingkungan.
Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mengembangkan teknologi yang bisa digunakan masyarakat. Selain itu, pemerintah memperkuat kerja sama antara kampus, industri, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga agar hasil riset lebih cepat diterapkan.
Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah
Kemdiktisaintek terus mengembangkan teknologi pengolahan sampah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu fokus utamanya ialah teknologi pengolahan sampah skala mikro yang berasal dari penelitian perguruan tinggi.
Kemdiktisaintek bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengembangkan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program ini mengubah sampah menjadi sumber energi sekaligus mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di lingkungan.
Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan
Kemdiktisaintek memperkuat kolaborasi dengan Lanud Halim Perdanakusuma, BRIN, perguruan tinggi, dan berbagai mitra strategis. Langkah tersebut mempercepat penerapan hasil riset dalam kehidupan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan ekonomi sirkular.
Pemerintah optimistis kolaborasi lintas sektor akan melahirkan lebih banyak inovasi. Dukungan riset, teknologi, dan sumber daya manusia yang unggul akan memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi. Melalui langkah tersebut, Kemdiktisaintek ingin mendukung pembangunan Indonesia yang lebih berkelanjutan.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar