Kemendikdasmen Perluas Akses Buku Bacaan Bermutu untuk Perkuat Budaya Literasi
- account_circle Nazwa Alfani Mulyadi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cr : BBPMP Jatim - Kemendikdasmen
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumi24Jam – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat budaya literasi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperluas akses buku bacaan bermutu bagi peserta didik di berbagai daerah. Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), pemerintah menyalurkan buku bacaan ke ribuan sekolah. Program ini bertujuan meningkatkan minat baca sekaligus membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat.
Pada 2026, Kemendikdasmen menjadikan penguatan literasi sebagai salah satu program prioritas. Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp52,12 triliun untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Salah satu fokusnya ialah mencetak dan menyalurkan buku bacaan bermutu ke 27.627 sekolah jenjang SD dan SMP di seluruh Indonesia.
Distribusi Buku Perkuat Budaya Literasi
Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah prioritas dalam program tersebut. Badan Bahasa mengirim 200 eksemplar buku ke 1.294 sekolah dasar. Selain itu, lembaga tersebut juga menyalurkan 300 eksemplar buku ke 393 sekolah menengah pertama.
Tidak hanya itu, Badan Bahasa menyerahkan 5.400 buku bacaan kepada Bunda Literasi NTT. Pemerintah juga menyediakan akses 1.400 judul buku digital untuk mendukung penguatan literasi berbasis teknologi. Dengan cara ini, peserta didik dapat memperoleh lebih banyak pilihan bahan bacaan.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa budaya literasi hanya dapat tumbuh melalui kolaborasi. Menurutnya, pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat harus bekerja sama membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.
Selain mendistribusikan buku, Kemendikdasmen juga menggelar Semesta Buku 2026. Kegiatan ini mempertemukan pegiat literasi, duta bahasa, relawan, dan pencinta buku dari berbagai daerah. Di sisi lain, pemerintah juga menjalankan program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 dengan membagikan 24.000 buku bacaan anak secara gratis. Melalui berbagai program tersebut, Kemendikdasmen berharap minat baca masyarakat terus meningkat, penggunaan gawai dapat lebih bijak, dan budaya literasi semakin kuat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
- Penulis: Nazwa Alfani Mulyadi

Saat ini belum ada komentar